SHARE

Industri adalah salah satu roda penggerak perekonomian dan kawasan ASEAN saat ini telah menjadi kawasan ekonomi yang berkembang pesat sehingga munculah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Program studi Teknik Industri UK Petra memberikan tantangan sekaligus memberikan wawasan pengertian ini kepada para siswa SMA. Memberi pengertian yang baik tentang industri dan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada kaum muda akan membantu dalam persiapan diri untuk mengembangkan sektor industri Indonesia yang  pada gilirannya nanti akan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat dunia. Program Studi Teknik Industri UK Petra melakukan hal ini dengan cara yang unik dan menarik.

Pada tanggal 3 s/d 5 November 2016 Prodi Teknik Industri UK Petra mengadakan rangkaian acara Industrial Competition. Industrial Competition adalah kegiatan yang dilaksanakan satu kali setiap tahunnya, pada tahun ini temanya  adalah “I Sean”. I Sean adalah gabungan dari Industri dan ASEAN. Pemilihan tema ini ditujukan untuk mengajak siswa-siswa tingkat SMA untuk lebih mengenal Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan juga industri. dan Acara ini dilaksanakan di Kampus UK Petra dan Mall Ciputra World. Rangkaian acara ini terdiri dari 3 babak: penyisihan, semifinal dan final.

Rangkaian acara dibuka dengan opening ceremony yang dilaksanakan di Auditorium UK Petra. Memberikan sambutan di pembukaan ini adalah Ketua Panitia, Laurensius Christian dan Kepala Program Studi Teknik Industri UK Petra, Indriati Njoto Bisono, MSc. Secara simbolis, Industrial Competition 2016 diresmikan dengan pemasangan huruf I dan C pada dada robot di panggung auditorium.

Babak penyisihan dilaksanakan di Kampus UK Petra. Penyisihan ini diikuti oleh 107 kelompok yang terdiri dari 321 siswa SMA dari Surabaya dan beberapa kota lain. Para peserta penyisihan ini akan mengikuti rangkaian rally games. Sistem permainan dirancang dengan konsep fun and logic. Dimana para peserta diperkenalkan pada kegiatan-kegiatan yang umum dilakukan di dunia industri dengan cara yang menyenangkan.

Keseluruhan rally games dilaksanakan di gedung P. Selasar lantai 2 gedung P digelarlah peta lima negara di ASEAN. Peta ini menjadi papan permainan rally games berupa simulasi investasi. Tiap-tiap tim peserta datang di 22 pos games yang ada untuk mendapatkan token berupa money, resource dan worker. Peserta kemudian menginvestasikan tiga token ini pada titik-titik tertentu di negara-negara pada peta tersebut. Investasi pada masing-masing titik bisa dipanen setelah waktu yang ditentukan dan menghasilkan point yang berbeda-beda. Untuk membuat permainan lebih menarik dan kompetitif, peserta bisa membeli 3 macam kartu status, yaitu: 1) Robber, 2) Barrier, dan 3) Destroyer. Dengan kartu robber peserta bisa mencuri panen dari investasi tim lain. Kartu barrier mencegah kartu rober berfungsi. Kartu destroyer menghancurkan kartu barrier. Tim yang mampu menyelesaikan tugas di tiap pos dengan baik dan cepat, dan juga memakai strategi investasi dan pemakaian kartu yang baik akan bisa unggul. 20 Tim dengan poin tertingi di akhir rally games akan lolos ke babak kedua.

Babak kedua dilaksanakan di mall Grand City. Kegiatan pada babak ini adalah simulasi industri. Dalam simulasi ini kelompok akan berlomba untuk memaksimalkan keuntungan berdasarkan harga jual, biaya produksi, harga bahan baku, dan perubahan kondisi yang terjadi di pasar. Kelompok yang lolos dari babak 2 ke babak final dinilai dari jumlah keuntungan yang didapatkan pada akhir simulasi. Dari ke-20 tim yang lolos ke babak kedua diambil 5 tim untuk mengikuti babak final.

Pada babak final, hadir lima tim finalis. 4 Tim dari SMAK St. Louis 1, dan 1 tim dari SMAKr Petra 2. Para finalis mengikuti studi ekskursi ke perusahaan sepeda Polygon di Sidoarjo. Disana mereka diberikan studi kasus dengan materi inovasi sepeda. Dari studi kasus ini mereka akan membuat presentasi dan debat di Mall Grand City. Dari kelima finalis ini diambil 3 tim pemenang yang kesemuanya dari SMAK St. Louis 1. Ketua Panitia IC 2016, Laurensius Christian mengungkapan harapannya, ujarnya “Dengan adanya acara ini, diharapkan siswa SMA lebih mengerti tentang industri dan Masyarakat Ekonomi ASEAN, sesuai dengan tema kita”. (noel/dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here