SHARE

DI tahun 2016, dunia secara global digegerkan dengan keluarnya Kerajaan Inggris Raya dari Uni Eropa. Berita ini menjadi puisat perhatian karena besarnya pengaruh negara ini – bukan hanya di Eropa tetapi juga di seluruh dunia. Keluarnya Inggris ini, kerap disebut sebagai Brexit (British Exit), diperkirakan akan membawa dampak yang signifikan bagi kehidupan di Indonesia. Dampak apa yang akan dirasakan setelah brexit? Duta besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik hadir di UK Petra untuk menyumbangkan pemikirannya atas pertanyaan itu.

Kuliah tamu dengan pembicara Dubes Inggris untuk Indonesia ini dilaksanakan pada tanggal 24 November di Ruang Konferensi 4 gedung Radius Prawiro UK Petra. Kuliah ini diberi tajuk “Brexit: A Blessing or Curse for Indonesian Talent?”. Acara perkuliahan dipandu oleh Ricky Wang, S.E., MBE., dari prodi IBM. Kuliah ini dihadiri oleh mahasiswa dari seluruh prodi/program di UK Petra dan juga pengunjung umum.

Dubes yang memegang diploma ACCA (yang juga tersedia di UK Petra) memulai kuliahnya dengan sedikit memperkenalkan Inggris pada hadirin. Ia menggambarkan Inggris sebagai negara yang bhinneka, contohnya adalah dirinya sendiri yang kelahiran London dan keturunan Asia. Selanjutnya, ia mengatakan bahwa Inggris termasuk dalam 10 besar kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Berdasarkan angka yang diterbitkan oleh PBB, Inggris tercatat sebagai negara dengan estimasi GDP 2016 tertinggi ke-5 di dunia. Moazzam juga memperkenalkan ciri kepribadian Inggris yaitu rasa kompetitif yang tinggi.
Setelah perkenalan sejenak, Moazzam langsung saja menjawab pertanyaan mendasar malam itu. Menurutnya, pada dasarnya bangsa Inggris tetap akan menjadi orang-orang yang sama. Mereka akan tetap berorientasi keluar (dari negaranya sendiri) dan suka berpetualang. Mereka akan tetap bhinneka. Mereka akan tetap menjalin kemitaraan global yang kuat dengan semua negara.

Selanjutnya ia secara khusus memaparkan pemikirannya atas hubungan brexit dengan Indonesia. Menurutnya, Indonesia saat ini sudah menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan dengan peringkat GDP ke-16 di dunia. Besarnya GDP ini adalah potensi tersendiri. Ia melanjutkan dengan tantangan yang dihadapi Indonesia yang menurutnya adalah pengembangan human capital. Hal ini menurutnya bisa dicapai dengan peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran bahasa Inggris yang merupakan bahasa komunikasi global.

Ia kemudian memaparkan peluang yang bisa dimanfaatkan dalam situasi ini. Menurutnya pembentukan kerjasama baru antara Inggris dan Indonesia untuk penanggulangan tantangan tersebut diatas adalah peluang yang tidak bisa dilewatkan. Dengan kerjasama negara-negara, khususnya Indonesia dan Inggris, dapat mengentaskan permasalahan-permasalahan seperti kebutuhan pangan, perdamaian, dan berbagai permasalahan yang mendesak lainnya. Ia mengatakan, “No country can solve problems on their own”. Maka peluang bekerjasama ini diilhat oleh Moazzam juga sebagai suatu tanggungjawab yang harus dilakukan.
Dalam sesi tanya jawab, Moazzam ditanyai tentang bagaimana prospek berkarya bagi profesional dari Indonesia di Inggris. Ia menjawab dengan ilustrasi bahwa 1 dari 4 pelajar di Inggris adalah dari luar Inggris. Selain itu 400.000 tenaga pengajar di Inggris berasal dari negara-negara di seluruh dunia. Ia menyimpulkan bahwa peluang kerja untuk orang Indonesia di Inggris ada, akan tetapi di bidang pekerjaan dengan tingkat keahlian tinggi, bukan di pekerjaan dengan tingkat keahlian rendah.

Dalam kata penutup kuliahnya, Moazzam menyampaikan pesan motivasional untuk para hadirin. Menurutnya, potensi yang dimiliki Indonesia yang telah dimiliki, ditambahkan dengan peluang yang ada, dan juga situasi perkembangan ekonomi yang bergerak ke arah Asia adalah formula yang sangat baik bagi Indonesia. Generasi Indonesia dalam situasi ini akan bisa menjadi generasi emas dengan pengembangan yang baik. Tentang bagaimana mencapai itu saat ini, Ia mengatakan, “Success depends on the ability to work across borders and have an openness to other culture”. (noel/dit)

SHARE
Next articleTeknik Mesin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here