SHARE

Program Studi Sastra Inggris berdiri sejak awal mula UK Petra berdiri. Berbagai macam prestasi telah diukir oleh program studi ini. Di tulisan ini akan diangkat tiga prestasi mahasiswa Program Studi Sastra Inggris yang terkini.

Pertama adalah Jessica Godwin mahasiswa English for Creative Industry angkatan 2015. Ia memenangi lomba English Fiction Writing yang diselenggarakan di UK Petra. Dalam kontes yang diselenggarakan pada bulan Juni 2016 ini, ia memasukkan cerpen karyanya dengan judul “Tastes Like Home”. Di cerpen fiksi ini, Jessica mengisahkan seorang mahasiswa Indonesia yang rindu akan masakan kampung halamannya ketika sedang berkuliah di Jepang. Dalam kerinduannya itu, ia akhirnya memasak nasi goreng untuk dirinya dan  teman sekamarnya yang adalah orang Jepang. Kawannya kemudian tertarik mempelajari kuliner Indonesia dan mencoba memasakkan nasi pecel untuknya. Di akhir cerpen ini, ia menyiratkan bahwa makna tastes like home di sini berarti: masakan Indonesia memakai bahan yang beragam, akan tetapi ketika disatukan, mereka membuat satu rasa yang lezat. Bersatu dalam kebhinnekaan adalah pesan moral yang ingin disampaikannya.

Jessica  sudah tertarik dalam dunia menulis fiksi sejak di sekolah dasar. Maka dari itu lulusan SMA YPPI 1 jurusan IPA ini memilih masuk Program Studi Sastra Inggris. Ia sudah menulis banyak cerpen dan saat ini sedang mengerjakan penulisan sebuah novel. Menurutnya, penulisannya mendapatkan pengaruh dari Haruki Murakami, seorang novelis Jepang. Mengenai pengalamannya dalam perkuliahan di English for Creative Industry, ia mengatakan: “It’s fun. Because I get to write a lot”.

Prestasi selanjutnya adalah prestasi Bella Halim. Bella memenangkan Unesa English Week XXI kategori Writing Competition. Kompetisi ini dilaksanakan pada tanggal 4 November 2016. Dalam kompetisi ini ia dituntut untuk menghasilkan karya tulis Inggris dalam 150 menit. Ia memilih untuk mengangkat topik “Banning the sport hunting”. Dalam tulisannya ia memaparkan bahwa hewan yang menjadi sasaran sport hunting adalah hewan yang terancam punah. Ia mengajukan inisiatif untuk mengajak keikutsertaan kaum muda dalam mengampanyekan kesadaran akan hal ini. Ia mengkonsepkan kampanye dengan judul “Knot on My Planet”. Kegiatan utama dalam konsepnya adalah membangun kesadaran diri di kalangan anak muda, “Lihat diri kita sendiri dulu, apakah di seklitar kita masih ada yang berkaitan dengan (pemburuan sport) itu”. Karya tulisnya menyisihkan 30 peserta lain dari berbagai universitas di Jawa Timur.

Mahasiswa program English for business ini sering mengikuti lomba. Saat ini ia sedang menunggu hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah kerjasamanya dengan rekan-rekannya di jurusan Arsitektur. Selain itu, ia juga aktif di teater Rumpun Padi. Ia akan membawakan pentas berjudul “Deru Angkuh Mesin Jahit” karya Marsetio Hariadi dari prodi Desain Komunikasi VIsual UK Petra angkatan 2012 di ajang Festival Teater Mahasiswa Nasional.

Ada seorang mahasiswa yang membawa keunikan bagi prodi Sastra Inggris UK Petra. Ia adalah Juan Gabriel Vencesla. Juan adalah warga negara Spanyol yang berkuliah reguler di Sastra Inggris UK Petra. Juan tampil sebagai seorang pemateri di konferensi National English Language Teachers and Lecturers (NELTAL) 2016. Dalam seminar yang dilaksanakan di Universitas Negeri Malang pada tanggal 30 Oktober 2016 ini Juan mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Reading Comprehension Strategies and Reading Proficiency in English Department Graduates”. Hal ini menjadi unik sekali karena sangat jarang terjadi seorang mahasiswa asli Spanyol menjadi pembicara di seminar bahasa Inggris di Indonesia.

Juan senang hidup di Indonesia. Saat ini  ia tinggal dengan seorang pamannya yang menyewa sebuah rumah di Surabaya. Selepas kuliah, ia berencana untuk terus bekerja dan menetap di Surabaya. Ia berjuang untuk bisa menjadi seorang pengajar bahasa Inggris di Surabaya. (noel/dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here