Home Renungan Ebenhaezer: Sampai di Sini Tuhan Menolong Kita

Ebenhaezer: Sampai di Sini Tuhan Menolong Kita

463
0
SHARE

Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: “Sampai di sini TUHAN menolong kita.” (1Sam. 7:12)

Wisuda adalah salah satu momen impian para mahasiswa. Beberapa bulan jelang wisuda, sebagian besar para wisudawati biasanya sibuk mencari salon, kebaya, dan studio foto. Para wisudawan mungkin persiapannya tidak se ribet para wisudawati. Namun, baik wisudawan dan wisudawati tentu ingin tampil yang terbaik di salah satu hari bersejarah dalam hidupnya. Wisuda identik dengan sukacita karena “merayakan” keberhasilan menyelesaikan proses studi selama beberapa tahun di kampus. Bunga warna-warni, boneka, coklat, balon, kartu ucapan happy graduation day, foto-foto, dan lain sebagainya seringkali membanjiri acara wisuda. Senyuman bahagia itu terpancar jelas di wajah para wisudawan maupun keluarga. Terlebih lagi bagi mereka yang berhasil meraih prestasi sebagai wisudawan cumlaude atau aktif berprestasi. Kebanggaan itu semakin terasa ketika hari wisuda. Tampak semua mata memandang dengan penuh kekaguman kepada sang wisudawan atau wisudawati ketika namanya dipanggil untuk menerima penghargaan. Rasanya segala kerja keras sebelumnya terbayar sudah dengan hasil yang memuaskan! Wisuda menjadi penanda berakhirnya proses belajar di kampus sekaligus permulaan perjuangan dan pengabdian di tengah masyarakat.

Momen sukacita wisuda seharusnya menjadi momen penuh ucapan syukur atas segala kebaikan Tuhan dalam kehidupan para wisudawan atau wisudawati, keluarga, dan seluruh warga kampus. Kita mengingat pertolongan Tuhan hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun sehingga akhirnya setiap mahasiswa tiba di penghujung akhir proses pembelajaran di kampus. Ada banyak kesulitan yang telah dilalui dalam perkuliahan. Mungkin ada saatnya keluarga mengalami kesulitan keuangan sehingga pembayaran uang kuliah agak terhambat. Mungkin ada tangisan ketika berproses dalam pelayanan atau organisasi kemahasiswaan. Namun, bukankah semua proses tersebut membuat para mahasiswa bertumbuh menjadi pribadi yang yang lebih baik? Bukankah karena pertolongan Tuhan sehingga para wisudawan bisa merayakan hari wisuda? Momen wisuda menjadi pengingat akan segala kebaikan Tuhan.

Dalam 1 Samuel 7:12 dicatat, “Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: “Sampai di sini TUHAN menolong kita.”  Apa yang telah dialami oleh bangsa Israel sehingga Samuel membuat sebuah batu peringatan? 1 Samuel 7:1-14 mengisahkan pertolongan Tuhan dalam kehidupan bangsa Israel. Pada masa itu, bangsa Israel sangat menderita karena mereka ditindas oleh bangsa Filistin. Penindasan tersebut merupakan bagian dari hukuman Tuhan bagi bangsa Israel yang telah meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala. Penderitaan tersebut membuat bangsa Israel sadar akan dosa-dosa mereka sehingga mereka kembali berseru dan memohon pertolongan Tuhan.

Ketika bangsa Israel berseru kepada Tuhan di tengah penderitaan mereka, Samuel mengingatkan supaya mereka sungguh-sungguh bertobat. Bangsa Israel harus meninggalkan berhala-berhala mereka dan hanya menyembah dan melayani Tuhan saja. Bangsa Israel merendahkan diri di hadapan Tuhan, mengakui dosa-dosa mereka, dan memohon pertolongan Tuhan supaya Tuhan melepaskan mereka dari tangan orang Filistin.

Ketika bangsa Israel kembali mencari Tuhan, bangsa Filistin justru datang menyerang mereka. Hal ini membuat bangsa Israel ketakutan. Di tengah situasi yang mencekam seperti itu, Samuel dan bangsa Israel terus berseru memohon pertolongan Tuhan. Tuhan berkenan menjawab doa mereka. Tuhan mengguntur dengan suara yang hebat dari langit dan mengacaukan pasukan Filistin yang gagah perkasa. Tuhan mengaruniakan kemenangan yang besar kepada bangsa Israel sehingga bangsa Filistin takluk kepada Israel. Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan meletakkannya di tempat bersejarah itu, ia menamainya Eben-Haezer (stone of help). Eben-Haezer berarti sampai di sini Tuhan menolong kita atau sampai sekarang ini Tuhan terus menolong kita. Ebenhaezer menjadi suatu tanda supaya bangsa Israel dan generasi berikutnya terus mengingat pertolongan Tuhan. Tuhan yang sudah menolong di masa sebelumnya adalah Tuhan yang akan terus menolong dalam pergumulan selanjutnya.
Di momen wisuda ini, biarlah kita semua, warga kampus, terutama keluarga, para wisudawan dan wisudawati yang berbahagia, dengan rendah hati dan penuh ucapan syukur berkata, “Sampai di sini Tuhan menolong kita.” Tuhan yang telah menolong dalam proses studi di kampus adalah Tuhan yang sama yang akan menuntun dan menolong di dunia kerja. Kita harus mengimani bahwa Tuhan yang pernah menolong kita juga akan terus menolong kita.

Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati serta keluarga yang berbahagia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here