SHARE

Ketika aku masih seorang gadis berumur 15 tahun, aku belum mengenal tentang saat teduh. Pada saat itu, datang ke gereja saja sudah merupakan sebuah prestasi yang besar bagiku. Berdoa hanya kulakukan ketika aku ingat saja, bahkan aku tidak berdoa sebelum makan di tempat umum karena takut disangka aneh oleh orang-orang.
Namun, kini aku mengucap syukur kepada Tuhan karena Dia telah menemukanku, domba-Nya yang pernah terhilang. Bermula dari sebuah retret, aku mulai mengenal apa itu saat teduh—waktu yang kita sediakan setiap hari untuk menjalin relasi dengan Tuhan. Seorang kakak rohaniku juga memberikan sebuah buku renungan yang dapat kugunakan sebagai penuntunku dalam bersaat teduh. Aku pun berusaha membangun komitmen untuk bersaat teduh setiap hari.
Bagiku, saat teduh itu menjadi waktu ketika aku bisa menyembah Tuhan melalui pujian dan doa serta membaca firman-Nya agar dapat semakin mengenal Dia. Aku bisa menceritakan segala masalahku pada-Nya, berbicara pada-Nya selayaknya seorang sahabat. Tuhan menguatkan dan menegurku melalui firman-Nya yang aku baca.
Namun harus kuakui, menjalankan komitmen bersaat teduh itu tidak mudah. Kesibukanku di ekstrakurikuler sekolah seringkali membuatku lupa bersaat teduh. Puji Tuhan, Dia menolongku untuk terus belajar memiliki saat teduh yang berkualitas.
Berdasarkan pengalamanku membangun komitmen bersaat teduh selama bertahun-tahun, aku ingin membagikan 4 tips yang dapat kamu coba untuk menolongmu bersaat teduh dengan konsisten:

1.    Miliki motivasi bersaat teduh yang benar

Motivasi yang akan sangat membantu kita untuk melakukan saat teduh dengan konsisten adalah kasih kita kepada Allah. Kasih kepada Allah mendorongku untuk menunjukkan rasa cintaku kepada-Nya. Tuhan telah begitu mengasihiku. Karena itu, aku rindu untuk terus berhubungan dengan Tuhan melalui merenungkan firman-Nya dan berdoa. Kita mengasihi Allah karena Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita.
Kasih kepada Allah membuat kita bergerak untuk melakukan kehendak-Nya dengan rela, bukan dengan terpaksa. Kasih kepada Allah membuat kita menyadari bahwa bukan Allah yang membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan-Nya. Dialah yang memberikan kita hikmat dan kekuatan untuk menjalani aktivitas kita sepanjang hari. Hingga saat ini, aku menyadari bahwa kualitasku dalam menjalani suatu hari ditentukan dari bagaimana aku mengawali hari itu bersama dengan Tuhan.

2.    Sediakan waktu terbaik dan pasang alarm/pengingat

Kita bisa datang kepada Tuhan kapan saja, tetapi menurutku Tuhan layak mendapatkan waktu terbaikku, bukan sekadar waktu luang yang aku sisakan di tengah kesibukanku. Bagiku, waktu terbaik untuk melakukan saat teduh adalah di pagi hari sebelum aku beraktivitas. Waktu terbaikmu mungkin sama atau berbeda dengan waktu terbaikku, tetapi yang terpenting adalah kamu mempersembahkan waktu itu sebagai momen terbaik bagimu untuk menikmati hubungan dengan Tuhan.
Hal sederhana yang bisa dilakukan agar tidak lupa bersaat teduh adalah dengan memasang pengingat. Kamu bisa mengatur alarm di ponsel supaya dapat bangun lebih awal untuk bersaat teduh. Selain itu, kamu juga bisa membuat tulisan pengingat yang bisa kamu tempel di dinding kamarmu, seperti “Apakah kamu sudah saat teduh hari ini?” atau “Mari memulai hari ini bersama dengan Tuhan.”

3.    Minta dukungan orang lain

Salah satu hal yang akan sangat membantu kita untuk bersaat teduh dengan konsisten adalah dengan meminta bantuan orang lain untuk mengingatkan dan mendoakan kita. Itulah mengapa kita perlu memiliki komunitas yang bertumbuh dalam Tuhan. Ketika kita tergabung dalam komunitas orang percaya, kita bertumbuh bersama-sama. Ketika ada satu orang yang lemah, yang lainnya dapat saling mendukung dan menguatkan.
Apakah kamu sudah memiliki komunitas seperti ini? Jika belum, tidak ada salahnya untuk memulai bergabung dengan komunitas yang takut akan Tuhan dari sekarang. Kamu bisa menemukan komunitas itu di persekutuan gereja, persekutuan di sekolah, atau juga di kampusmu.

4.    Jangan berhenti hanya karena pernah gagal

Pernahkah kamu mencoba untuk melakukan saat teduh dengan rutin tapi selalu gagal? Aku juga pernah mengalaminya. Tapi kemudian aku mengingat, Tuhan mengasihi kita bahkan ketika kita masih berdosa (Roma 5:8). Tuhan tidak menuntut kita untuk jadi sempurna terlebih dahulu agar kita bisa mengasihi-Nya. Saat kita mengakui dosa kita di hadapan-Nya dan berbalik mengikuti-Nya, Tuhan akan melihat ketulusan hati kita dan mengampuni kita (1 Yohanes 1:9). Tuhan sangat senang melihat anak-anak-Nya mau terus berusaha untuk mendekat kepada-Nya dan melakukan perintah-Nya.
Ketika dirimu mulai merasa tidak layak untuk menghadap Tuhan, sebenarnya itu adalah saat di mana Tuhan rindu untuk memulihkanmu. Datanglah kepada-Nya sekarang, ambillah waktu untuk bersaat teduh dan curahkanlah isi hatimu kepada-Nya. Dia adalah Allah yang rindu berkomunikasi denganmu. Dia akan mendengarkanmu dan menjawab doa-doamu pada waktu-Nya dan dengan cara-Nya yang terbaik. Selamat bersaat teduh dengan konsisten.

Sumber: http://www.warungsatekamu.org/2017/01/4-tips-untuk-bersaat-teduh-dengan-konsisten/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here