SHARE

Anak-anak dengan disabilitas adalah generasi penerus yang sering belum mendapatkan kesetaraan di Indonesia. Saat ini, sekolah dengan fasilitas yang inklusif di Surabaya belum banyak. Tercatat di situs Penerimaan Peserta Didik Baru Surabaya, baru 50 dari 359 Sekolah Dasar yang terdaftar menyediakan jalur inklusi, tetapi memberikan jalur inklusi di sini tidak berarti menyediakan fasilitas yang sudah 100% inklusif. Dengan mengupayakan kesetaraan, kesempatan untuk berkontribusi bagi generasi penerus ini akan terbuka lebih lebar. Bagaimana peran UK Petra dalam memberi solusi atas permasalahan ini?
SMPLB Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) mendidik dan memfasilitasi banyak penyandang disabilitas atau tuna netra yang berprestasi. Sekolah dengan tujuh orang guru dan 27 orang siswa ini membutuhkan perbaikan dan desain fasilitas yang lebih inklusif. Seorang guru di YPAB yang juga penyandang disabilitas tuna netra, Tutus Setiawan M.Pd., dalam acara Pentas Seni Disabilitas di UK Petra beberapa waktu lalu mengatakan “Jangan beri kami bantuan, beri kami kesempatan”. Program Studi Arsitektur UK Petra turut serta dalam memberikan kesempatan ini melalui kegiatan Service Learning berupa pembuatan ramp, sliding door, dan toilet yang inklusif di Sekolah YPAB.

Pembuatan fasilitas yang ramah pada difabel tuna netra ini dilaksanakan oleh 25 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Pelayanan (KKP) Desain Inklusi. Metode membangun yang mereka lakukan adalah participatory design, yaitu mendesain dengan berdiskusi dengan pengguna. Pekerjaan mereka dimulai dengan diskusi bersama kepala sekolah dan guru YPAB , serta kontraktor untuk mengidentifikasi kebutuhan para siswa. Diidentifikasikan bahwa mereka bisa memberi perbaikan berupa ramp untuk memberi akses lebih baik bagi pemakai kursi roda, sliding door di ruang kelas yang lebih aman bagi tuna netra, dan desain ruangan toilet dan mengubah toilet yang semula jongkok menjadi toilet duduk yang memudahkan tuna netra dan difabel kelumpuhan. Dana untuk pengerjaan perbaikan ini sebesar Rp 20.000.000 digalang dengan kerjasama bersama Departemen Mata Kuliah Umum UK Petra

Pada tanggal 8 Februari 2017 dilaksanakan acara serah terima pengabdian masyarakat kepada SMPLB YPAB. Sebagai wakil dari Program Studi Arsitektur, hadir Ir. I Gusti Nyoman Sulendra, dan Gunawan Tanuwidjaja sebagai dosen pengampu KKP Desain Inklusi.  Dalam sambutannya, Kepala SMPLB YPAB, Drs. Eka Purwanto mengapresiasi pengabdian masyarakat ini. Menurutnya aksesibilitas murid-murid sangat meningkat dengan adanya perbaikan-perbaikan ini. Ia mengatakan, “Dulu anak-anak sering terbentur pintu, saat ini lebih aman. Toilet yang saat ini juga lebih aman dan nyaman”. Ia juga menghargai kerjasama yang sudah terbangun sejak tahun 2012 dan menyampaikan adanya kebutuhan lebih lanjut untuk perbaikan jalan di dalam sekolah. (noel/dit).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here