SHARE

Inovasi dan kreativitas terus digerakkan oleh Universitas Kristen Petra, terutama agar mahasiswa tidak berhenti belajar dan dapat mengimplementasikan teori di kelas dalam hal praktek. Mahasiswa program Manajemen Perhotelan Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya kembali membuka hotel dan restauran sebagai salah satu ajang praktek dan latihan di dunia kerja nanti, ini adalah praktek di semester genap, dimana mahasiswa semester enam akan melakukan praktek materi kuliah Manajemen Operasional Hotel (MOH). Bertemakan Korea, kali ini Gachi Hotel and Restaurant menyajikan aneka pilihan menu Korea yang pastinya menjadi favorit banyak orang. Nama Gachi berasal dari bahasa Korea yang memiliki arti worth atau bernilai.

Restauran ini dibuka sejak tanggal 14 Februari 2017 lalu hingga berakhir pada 31 Maret 2017, Gachi Hotel and Restaurant dibuka setiap hari Selasa sampai Jumat dengan jam operasional mulai dari pukul 09.00 wib sampai dengan 20.30 wib. Sebanyak 78 mahasiswa semester enam program Manajemen Perhotelan UK Petra tergabung dalam satu tim Gachi Hotel and Restaurant  yang dibagi menjadi bagian service, kitchen, pastry, front office, dan house keeping. Mahasiswa program Manajemen Perhotelan menyuguhkan 35 menu yang terdiri dari 8 appetizers, 2 soups, 10 main courses, 3 desserts dan 12 beverages yang seluruhnya dibuat oleh para mahasiswa. Makanan yang disuguhkan di Gachi ini semuanya makanan ala Korea yang dipadukan dengan rasa Indonesia karena menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia. “Kami ingin pengunjung yang hadir di Gachi Hotel and Restaurant merasa nyaman serta terpuaskan dengan apa yang kami tawarkan. Termasuk menu-menu Korea yang diantaranya telah kami modifikasi dengan ciri khas Indonesia,” urai Yosua Soeharto, selaku General Manajer Gachi Hotel and Restaurant.

Restauran ini juga mengambil tema dari “Andong Mask Festival”. Andong Mask Festival merupakan sebuah acara tahunan dari salah satu desa yang ada di Korea yaitu Hahoe Village. Festival ini digelar dalam rangka untuk menghormati para leluhur dimana biasanya identik dengan suasana yang meriah, hangat, kekeluargaan, penuh keceriaan, serta rasa nyaman dengan menggunakan baju yang berwarna-warni dan memakai 12 topeng. Dii restauran Gachi ini pengunjung dapat dimanjakan dengan dekorasi hingga pernak-pernik Gachi yang mencerminkan salah satu karakter dari 12 topeng yang digunakan dalam festival Andong Mask tersebut. “Di pintu depan, kami menggunakan dekorasi kayu dan genteng (asbes). Tak lupa topeng dan lampion Cheongsa Chorong bertengger dengan cantik di setiap sisi pilar dan pintu masuk. Pohon sakura dan sumur buatan juga ikut memeriahkan lantai Lobby Shop. Kostumnya pun kami buat sangat meriah menyesuaikan dengan tema yang kami usung,” urai Yosua Soeharto.

Secara keseluruhan, Gachi Hotel and Restaurant  ini menghabiskan biaya untuk modal sebesar 40 juta rupiah yang diperoleh dari kampus. “Kami tidak sekedar mendapatkan teori semata, dengan program seperti ini, kami langsung mempraktekan teori tersebut. Secara langsung kami mendapat tamu atau pengunjung dari masyarakat luar sehingga ada interaksi atau tanggapan dari pengunjung,” kata Yosua. Dengan demikian, para mahasiswa ini dapat secara langsung melakukan evaluasi tentang kekurangan atau kelebihan apa yang telah mereka capai dalam praktek tersebut. Harapannya dengan kegiatan ini, para mahasiswa memiliki kesempatan untuk melakukan kerja praktek berdasarkan teori yang telah didapatkan dalam kelas, sekaligus mengetahui bagaimana sebenarnya mengelola sebuah hotel termasuk restoran didalamnya (fsc/dit).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here