SHARE

Pada hari Selasa tanggal 21 Maret 2017, Program Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal  Bea dan Cukai menyelenggarakan acara Customs Goes o Campus. Bertempat di ruang Audio Visual Gedung T (AVT) 502, sekitar 188 mahasiswa UK Petra dan beberapa dosen UK Petra berpartisipasi dalam acara ini. Customs Goes to Campus merupakan salah satu bentuk kegiatan sosialisasi KPPBC (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai) Tipe Madya Pabean Juanda dengan berkunjung ke universitas-universitas yang terdapat di kota Surabaya dan sekitarnya.

Acara ini mendatangkan beberapa narasumber, antara lain Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Hendro Trisulo. Rudi Hermawan selaku Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai, Bambang Tjahjono selaku Kepala Seksi Administrasi Manifes, Zahrotun Nisa selaku Kepala Subseksi Penyuluhan.

Secara keseluruhan, Direktorat Jenderal  Bea dan Cukai dibagi menjadi empat peran, yakni industrial assitance yang bertugas untuk membantu kemajuan perkembangan serta melindungi industri dalam negeri dari persaingan global. Selain itu, trade facilitator yang bertugas untuk memberikan fasilitas kemudahan bagi perdagangan dan industri. Terdapat pula community protector yang bertugas untuk melindungi masyarakat dari pemasukan barang yang merusak lingkungan dan yang mengganggu kesehatan. Terakhir, revenue collector yang bertugas mengumpulkan penerimaan negara yang berasal dari          pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor serta cukai.

Kegiatan Customs Goes to Campus ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan para mahasiswa dalam bidang Kepabeanan dan Cukai. Selain itu, pengetahuan dan wawasan yang mahasiswa peroleh diharapkan dapat dibagikan kepada masyarakat agar masyarakat semakin mengenal dan memahami mengenai tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Kami percaya banyak mahasiswa UK Petra yang sudah sering melakukan transaksi daring secara nasional maupun internasional, selain itu, berpergian dari luar negeri dengan membawa oleh-oleh aneka barang. Pelaksanaan kegiatan semacam ini, kami harapkan nantinya membuat para mahasiswa lebih memahami bagaimana seharusnya menjalankan hak dan kewajiban ketika membawa barang atau benda saat mereka dari luar negeri,” terang Rudi Hermawan selaku kepala seksi kepabeanan dan cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda.

Sementara itu, Retnaningtyas Widuri, S.Sos., M.M Kepala Program Akutansi Pajak UK Petra Surabaya, mengatakan dari kegiatan ini, para mahasiswa dapat memahami bagaimana prosedur  bertransaksi nasional maupun internasional terkait bea dan cukai. “Kami berharap dari kegiatan ini para mahasiswa lebih memahami bagaimana fungsi bea dan cukai serta bagaimana sebenarnya bea dan cukai itu menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan ketika berhubungan dengan transaksi secara nasional maupun internasional,” urai Retnaningtyas Widuri, S.Sos., M.M (fsc/dit).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here