SHARE

Tahun 2016 memang sudah berlalu, namun bukan berarti tidak meninggalkan kesan yang mendalam. Mahasiswa Universitas Kristen Petra kembali mengukir sebuah prestasi luar biasa di kancah internasional. Mereka adalah Tania Aveline Tanujaya, Michele Edlyn Sampoerno, Sally Wisana dan Aywen Michelle, mahasiswa Program International Bussiness Management (IBM) UK Petra tanggal 18 November 2016 yang lalu berhasil merebut Bronze Award pada perlombaan International Institute for Business Development (IIBD) Case Competition yang diadakan di Windesheim University for Applied Sciences, Belanda.

IIBD International Case Competition 2016 merupakan kompetisi manajemen berskala internasional yang diadakan oleh Windesheim University for Applied Sciences bekerja sama dengan Hongkong Baptist University. Kompetisi ini diikuti oleh 18 universitas dari 9 negara yang kemudian terseleksi menjadi 6 tim di babak final. Keenam universitas itu adalah Ateneo de Manila University (Filipina), Hong Kong Baptist University (Hong Kong), Petra Christian University (Indonesia), Southwestern University of Finance and Economics (China), The Chinese University of Hong Kong (Hong Kong), dan Windesheim University of Applied Sciences (Belanda). IIBD International Case Competition diadakan dengan tujuan untuk memperkuat internasionalisasi melalui peningkatan jejaring mahasiswa dan fakultas, baik secara sosial maupun profesional. Kompetisi ini menekankan pada tantangan strategi dan dilema manajerial yang dihadapi oleh para pimpinan bisnis di seluruh dunia. Disini, peserta harus bekerja dibawah tekanan untuk menyelesaikan masalah bisnis global nyata, seperti time-critical deadlines dan informasi yang tidak lengkap untuk menguji kreativitas dan kemampuan penyelesaian masalah peserta dalam  membuat sebuah rekomendasi yang logis dan nyata.

Dari penjelasan tersebut, dapat terlihat bahwa kemenangan yang berhasil didapatkan oleh keepat mahasiswa IBM tidaklah mudah didapatkan. “Waktu itu cukup banyak yang harus kami hadapi dalam mengikuti lomba ini. Kami harus melalui enam bulan mulai dari seleksi internal hingga babak final,” ujar Tania Aveline Tanujaya salah satu peserta perwakilan UKP. Soal-soal kasus yang diberikan dalam perlombaan pun beraneka ragam setiap babaknya. Tania menjelaskan, bahwa ia dan timnya harus mengerjakan berbagai macam kasus yang tidak biasa. Ia mengatakan bahwa dalam satu babak harus menyelesaikan kasus yang berasal dari perusahaan Belanda dengan waktu penyelesaian kasus selama 10 hari, kemudian di babak final, tiba-tiba mereka diminta untuk menyelesaikan kasus milik perusahan Taiwan yang ingin mengadakan ekspansi ke negara-negara di Afrika dengan waktu penyelesaian masalah selama enam jam dengan hanya disediakan sebuah komputer untuk melakukan riset sekaligus untuk membuat presentasi “Akan tetapi kami mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman pada setiap babak yang kami lalui. Mengganti-ganti jawaban sejak babak seleksi internal hingga babak final membuat kami melihat banyak pengetahuan baru hingga pada akhirnya kami dapat menemukan strategi yang tepat untuk menyelesaikan kasus kompetisi ini,” kata Tania. Ia juga mengatakan bahwa ia senang karena dapat bertemu tim-tim dari negara lain walaupun mereka harus berkompetisi. Ia mengatakan bahwa competitor terberat mereka adalah Ateneo de Manila University (Filipina) yang pada akhirnya merebut Gold Award dan The Chinese University of Hong Kong (Hong Kong) yang mendapatkan Silver Award. Namun, melalui kerja keras dan ketelitian, tim IBM dari Universitas Kristen Petra pada akhirnya berhasil mendapatkan Bronze Award pada kompetisi ini. (kes/dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here