SHARE

Program Manajemen Perhotelan Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerjasama dengan  King Sejong Institute (KSI) menggelar acara kuliner Korea dengan tema Korean Culture Day.

Acara ini dilaksanakan  pada tanggal 3 Maret 2017 di Gachi Restaurant, Gedung Fery Teguh Santosa lantai 2. Dr. Liliek Soelistyo, M.A., selaku Direktur KSI Surabaya menceritakan perkembangan KSI, dimana KSI sudah memiliki 174 cabang di 55 negara. Di Indonesia ada empat cabang KSI yaitu Jakarta, Bandung, Makassar dan Surabaya dan ternyata KSI Surabaya mencatatkan prestasi dimana KSI Surabaya menempati peringkat ketiga dunia.

Pada acara ini hadir Kwon Ji Hyun yang telah tinggal di Surabaya bersama suaminya. Saat berkuliah di Korea, Ji Hyun mengambil jurusan musik tradisional dan di acara ini ia berkesempatan memainkan alat musik tradisional Korea gayageum. Gayageum adalah instrumen musik berdawai yang dipetik, dimana di acara ini Ia menampilkan lagu Arirang, lagu tradisional Korea yang telah dikenal luas di Korea.

Setelah penampilan musik tradisional Korea, Hong Jongyoun, pengajar KSI Surabaya memperkenalkan kuliner Korea berupa cara penyajian makanan kemudian makanan di hari-hari Istimewa dan tips kesopanan makan Korea. Jongyoun juga mengenalkan dua macam sup Sup yang pertama adalah sup ringan yang hanya berisi kuah untuk menemani nasi, setiap orang menerima satu mangkuk tersendiri untuk sup ini. Sup kedua adalah sup yang menjadi hidangan utama, biasanya kuahnya lebih kental dan ada isinya, sup ini disajikan di mangkuk tersendiri untuk disantap bersama-sama. Untuk kedua jenis sup ini sendok yang digunakan  berbeda.

Jongyoun juga mengenalkan makanan khas Korea, kimchi. Pada umumnya kimchi dikenal sebagai sawi putih yang dibalut sambal dan difermentasi. Di Korea ada lebih dari 100 macam kimchi yang berbeda-beda berdasarkan bahan utama dan daerah pembuatannya. Kimchi adalah makanan sehat yang membantu pencernaan dan sudah diakui Unesco sebagai salah satu dari 10 makanan sehat di dunia.

Menurut Jongyoun, ada empat  makanan yang disantap di hari-hari istimewa di Korea yaitu Miyeok Guk (Sup Rumput Laut) yaitu santapan yang dimakan pada saat baru melahirkan dan juga perayaan hari ulang tahun, Samgye-tang (Sup Ayam Ginseng) dimana dihidangkan saat 3 hari terpanas di Korea (Sambok), Teok Guk (Sup Kue Beras), disantap saat tahun baru kalender bulan (Imlek), dan Pat Juk (Bubur Kacang Merah), dimakan saat merayakan Dongji atau malam titik balik matahari Desember dimana malam menjadi sangat panjang dan dalam suasana musim salju.

Sesudah presentasi budaya kuliner Korea, hadirin diperkenalkan dengan hidangan masakan perpaduan budaya barat dan Korea dimana mahasiswa program Manajemen Perhotelan UK Petra menghadirkan Gachi Restaurant. Restoran ini mengkreasikan menu istimewa khusus untuk acara ini, salah satunya Kimchi yaitu sawi putih yang mewakili kekhasan tradisional Korea dipadukan dengan cita rasa modern masakan eropa. Menurut Dr. Liliek Soelistyo, M.A. dalam sambutannya mengatakan: “Dengan adanya  Korean Culture Day diharapkan dapat membawa persahabatan antar budaya dan memberikan kesan mendalam pada masyarakat Surabaya”. (noel/dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here