SHARE

Dan Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. (1 Korintus 15:12)

Because He lives, I can face tomorrow (S’bab Dia hidup, ada hari esok)
Because He lives, all fear is gone (S’bab Dia hidup, ku tak gentar!)
Because I know He holds the future (Kar’na ku tahu, Dia pegang hari esok)
And life is worth the living, just because He lives (Hidup jadi berarti, s’bab Dia hidup!)

Ini adalah penggalan lirik lagu Because He lives (Sebab Dia Hidup). Lagu ini paling sering dinyanyikan ketika Paskah maupun hari-hari lainnya. Lagu ini ditulis oleh Bill dan Gloria Gaither pada akhir tahun 1970. Saat itu mereka berada dalam masa krisis. Bill baru saja pulih dari penyakit mononukleosis, Gloria hamil anak ketiga yang tidak diharapkan karena dua anak mereka masih berumur 4 tahun dan 3 bulan! Mereka juga sedang menghadapi masalah dalam pelayanan musik dan masalah dengan keluarga besarnya. Berbagai hal yang terjadi ini membuat mereka sangat khawatir tentang masa depannya. Bagaimana hidup mereka nanti?

Di tengah krisis yang berat tersebut, lahirlah lagu ini. Iman mereka semakin dikuatkan oleh Tuhan. Mereka mengingat bahwa Tuhan Yesus yang mereka sembah adalah Tuhan yang hidup. Kebenaran inilah yang membuat hidup mereka yang tampak suram jadi berarti. Life is worth the living, just because He lives. Ya, hidup jadi berarti karena Yesus telah bangkit dari kematian!

Fakta kematian dan kebangkitan Kristus merupakan pondasi iman Kristen. Kristus mati disalib untuk menebus manusia berdosa yang tanpa pengharapan dan tidak tidak dapat menyelamatkan dirinya dari murka Allah. Kristus bangkit menunjukkan bahwa Ia adalah Allah yang sejati. Kristus bangkit menjadi dasar dari jaminan atas kebangkitan tubuh orang percaya di akhir zaman. Hal inilah yang ditegaskan oleh rasul Paulus ketika ia berkata, “Dan Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.” (1Kor. 15:12)  Jika Kristus hanya mati saja dan tidak pernah bangkit, maka sesungguhnya kita sebagai orang Kristen adalah orang yang paling malang karena telah memercayai seorang manusia biasa yang mati tersalib, suatu cara kematian yang hina dan terkutuk! Sia-sialah kepercayaan kita! Bukan hanya sia-sia, tetapi yang paling mengerikan ialah kita akan terus hidup berkubang dalam dosa selama-lamanya. Tidak ada jaminan pengampunan dosa. Kita hanya akan menerima murka Allah. Bukankah ini mengerikan? Siapakah yang bisa meloloskan diri dari murka Allah?

Syukur pada Allah! Yesus Kristus yang kita sembah bukan hanya mati tetapi juga bangkit. Kematian dan kebangkitan-Nya menjadi dasar dari pengampunan dosa kita. Kebangkitan-Nya memberikan pengharapan bagi semua orang percaya. Bukan hanya pengharapan akan kebangkitan tubuh di akhir zaman sehingga kita bisa menikmati hidup dalam kekekalan bersama Allah Tritunggal, tetapi juga pengharapan untuk hidup hari lepas hari. Pengharapan ini seperti terang yang menerangi hidup kita yang tampak suram dengan berbagai kekhawatiran dan ketakutan akan hari ini dan hari esok. Mungkin kita khawatir apakah kita bisa menyediakan dana yang cukup untuk kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anak. Sebagian orang mungkin khawatir apakah bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu? Apakah orang tua kita bisa terus membiayai kuliah kita? Kapankah persoalan keluarga ini berakhir? Setiap kita punya ketakutan tertentu.

Momen Paskah yang kita rayakan mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus bangkit dan hidup. Karena Dia hidup maka kita punya pengharapan. Karena Dia hidup maka kita punya harapan untuk menghadapi hari esok yang mungkin penuh tantangan. Yesus Kristus yang hidup memegang kendali atas hari esok yang mungkin kita takuti. Selama Yesus Kristus beserta dengan kita, maka kita akan ditopang dalam anugerah-Nya untuk bisa menghadapi dan melewati hari demi hari hidup kita. Mengapa? Karena ketika Tuhan memberikan kepada kita hari yang baru, maka ada kasih dan kemurahan Tuhan yang cukup bagi kita untuk menjalani hari itu (Ratapan 3:22-23).
Selamat Paskah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here