SHARE

Menjadi ahli dalam bahasa atau sastra tentu membutuhkan pemahaman atas budaya, dengan pemahaman budaya maka pengguna bahasa akan lebih mudah untuk mempelajari dan memahaminya. Program Studi Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerjasama dengan The Office of Chinese Language Council International  (Hanban) menyelenggarakan Lomba Chinese Bridge (Hanyu Qiao) Tingkat SMA yang bertujuan untuk meningkatkan pengenalan budaya Tionghoa.

Lomba Chinese Bridge diadakan sejak tahun 2008 dimana wakil dari Indonesia dipilih melalui penyisihan di tingkat regional dan kemudian nasional. Penyisihan regional Jawa Timur untuk tingkat SMA dilaksanakan di UK Petra pada tanggal 28-29 April 2017 di Ruang AVT 502 Gedung T UK Petra. Sebanyak 46 orang peserta dari 20 SMA di Jawa Timur mengikuti penyisihan, meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 36 orang.

Lomba Chinese Bridge diadakan sejak tahun 2008 dimana wakil dari Indonesia dipilih melalui penyisihan di tingkat regional dan kemudian nasional. Penyisihan regional Jawa Timur untuk tingkat SMA dilaksanakan di UK Petra pada tanggal 28-29 April 2017 di Ruang AVT 502 Gedung T UK Petra. Sebanyak 46 orang peserta dari 20 SMA di Jawa Timur mengikuti penyisihan, meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 36 orang.

Ada 3 perlombaan dalam Chinese Bridge yang harus diikuti para peserta, yang pertama Lomba Ujian Tertulis seputar pengetahuan umum tentang negara dan budaya Tionghoa, kedua Lomba Pidato Bahasa Mandarin, yang mana tiap peserta diberi kesempatan selama 90 detik untuk berpidato dengan tema “Dreams Enlighten the Future” dan yang ketiga Lomba Keterampilan (Talent) Seni-Budaya Tionghoa, seperti lagu-lagu, musik, tari-tarian, penuturan cerita, akrobatik, alat musik, kaligrafi, seni lukis, seni menggunting, wushu, dan lain sebagainya. Penampilan para peserta dinilai oleh dewan juri yang beranggotakan Wang Yi Feng (UK Petra), Su Xiao Xue (Universitas Widya Kartika) dan Zhang Su Qin (Confucius Institute – Unesa), ketiganya adalah pelaku pendidikan bahasa Mandarin dan juri pilihan dari Konsulat Hanban. Dari 46 peserta yang mengikuti lomba ini diambil 6 pemenang dengan penghargaan Juara 1, sampai 3, Juara Harapan,  Juara Pidato Terbaik dan Juara Talent Show Terbaik. Siswa SMA Xin Zhong Surabaya menyabet semua juara, Juara Talent Show Terbaik diraih oleh siswa MA Almajidiyah Madura. Juara 1, 2, dan Talent Terbaik dari penyisihan ini mengikuti penyisihan nasional tingkat SMA di Jakarta pada tanggal 28 Mei 2017.

Hadir dalam acara ini Gu Jingqi, Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tionghoa di Surabaya. Dalam sambutannya, Gu mengemukakan hubungan kerjasama antara Tiongkok dan Indonesia sudah terjalin sejak lama dari jalur sutra maritim (hai shang si chou zhi lu) ditandai dengan kedatangan Zheng He (Laksamana Haji Cheng Ho) ke Pulau Jawa. Hubungan baik ini harus terus dijaga sehingga akan memperkuat dan memajukan kedua negara. Hubungan ini juga melalui peran para pemuda, apabila pemuda kuat, maka negara juga kuat, apabila hubungan pemuda kedua negara kuat, maka hubungan negara juga kuat. Gu Jingqi mengatakan, “Lewat Hanyu Qiao para pemuda Indonesia bisa mengenal bahasa dan budaya Tiongkok dan meningkatkan pemahaman antara pemuda Indonesia dan RRT”. (noel/dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here