SHARE
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Akses kesehatan merupakan hal penting dan mendasar untuk semua orang akan tetapi akses ini belum bisa didapatkan secara merata. Klinik Pratama Petra yang sebelumnya dikenal sebagai Balai Pengobatan Poliklinik UK Petra, secara rutin mengadakan bakti sosial dalam bentuk pemeriksaan dan pengobatan gratis yang dilakukan 2 kali setiap tahunnya, Poli Gigi mengambil moment perayaan Paskah, dan Poli Umum di momen Natal, tetapi pada tahun 2017 ini, bakti sosial dilaksanakan bersama oleh Poli Gigi dan Poli Umum.

Pelaksanaan bakti sosial ini adalah bentuk pengejawantahan visi Klinik Pratama Petra yang mengacu pada visi UK Petra yaitu: “Menjadi Unit Klinik yang Peduli dan Global dalam Bidang Pelayanan Kesehatan yang Berkomitmen pada Nilai Kristiani”. Kepala Klinik Pratama UK Petra Surabaya, dr. Sri Sudarwati mengatakan bahwa bakti sosial ini untuk meluaskan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Klinik Pratama Petra. Ia mengatakan, “Kalau hanya di klinik saja, tindakannya hanya kuratif untuk civitas akademika dan masyarakat lingkungan sekitar kampus saja. Dengan bakti sosial ini, kita bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan di tempat lain”.

Pada hari Sabtu tanggal 6 Mei 2017, Klinik Pratama UK Petra melaksanakan kegiatan Bakti Sosial di Gereja Potestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Pancaran Kasih Kelurahan Citrodiwangsan, Lumajang. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Klinik Pratama Petra dengan GPIB Bukit Harapan Karang Pilang Surabaya. Dalam bakti sosial ini dilibatkan satu tim beranggotakan 20 orang , yang terdiri dari 5 dokter umum, 2 dokter gigi, 5 perawat umum, 2 perawat gigi, 1 tata usaha gigi, 1 petugas obat asisten apoteker, dan yang lain petugas yang turut membantu bakti sosial ini.

Rombongan bakti sosial berangkat dari klinik pratama UK Petra dan sampai di lokasi yaitu GPIB Pancaran Kasih pada pukul 9 pagi. Dengan mempergunakan ruangan sekolah minggu gereja menjadi balai pengobatan, tim Klinik Pratama UK Petra melayani 150 orang pasien dari pukul 10.00 sampai pukul 15.00 WIB.

Bapak Edi, seorang warga Citrodiwangsan, mengatakan bahwa ia terbantu dengan adanya kegiatan ini, “Saya sudah lama tidak periksa. Kalau tidak ada yang mengantarkan ya saya tidak bisa periksa. Karena kalau pemeriksaan di gereja dkeat rumah saya, saya tidak perlu diantar” Kata Edi. Endah Suprijanti, salah seorang dari tim Klinik Pratama Petra yang mengikuti baksos ini mengutarakan kesannya “Saya merasakan sukacita dimana kami bisa memberikan yang terbaik. Dan ini sesuai dengan panggilan kita, yaitu melayani sesama”. (noel/dit)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here