SHARE

Mencermati kondisi bangsa saat ini yang sedang mengalami tekanan intoleransi, Universitas Kristen Petra (U.K. Petra) tergerak untuk peduli dengan situasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menggelar acara Kebaktian Kebangsaan pada 15 Mei 2017 yang lalu di auditorium UK Petra.

Saatnya untuk bicara dan tidak duduk diam, inilah yang menggerakkan sivitas akademika untuk turut hadir bersatu hati membentuk optimisme diri. Aksi menyatukan hati demi kesatuan NKRI ini terjadi berkat kerjasama antara U.K. Petra dengan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Jawa Timur. Acara ini berupa Ibadah Kristiani yang bernuansa kebangsaan yang terdiri dari puji-pujian, doa bagi bangsa, dan kotbah. Istimewanya, acara Kebaktian Kebangsaan ini dilengkapi dengan sebuah pernyataan iman dan sikap UK Petra terhadap kondisi kebangsaan sebagai bentuk dari rasa cinta terhadap NKRI ini. Yang pada intinya berbunyi : “Kami berkomitmen mengasihi bangsa kami dan semua orang tanpa memandang latar belakang”. Sekitar 700 orang hadir memenuhi ruangan di lantai 2 tersebut dalam ibadah yang berlangsung mulai pukul 11.30 WIB tersebut. Menghadirkan sejumlah perwakilan dari gereja-gereja di Surabaya, pejabat struktural U.K. Petra, dosen, persona kependidikan hingga mahasiswa U.K. Petra. Sebagai kaum intelektual yang peduli pada bangsa, U.K. Petra memandang perlu untuk menyatakan sikap secara terbuka sebagai aspirasi anak bangsa. Acara Kebaktian Kebangsaan ini bertujuan untuk menyatukan hati sebagai keluarga besar Universitas Kristen Petra untuk mengekspresikan kecintaan pada bangsa dan negara Indonesia sekaligus kepedulian terhadap kondisi bangsa yang memprihatinkan.

Kebaktian Kebangsaan ini menghadirkan Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, M.Th. sebagai penyampai Firman Tuhan. Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, M.Th. menyatakan bahwa apa yang terjadi di NKRI saat ini tidak lepas dari keberadaan umat Tuhan dan peristiwa kali ini bukan masalah biasa. Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah anugerah Tuhan dan Indonesia merupakan bangsa yang paling unik di dunia dengan kemajemukan serta keanekaragamannya. “Kesempatan ibadah kali ini memiliki makna penting dan strategis sehingga umat Tuhan di NKRI memiliki kesempatan untuk ambil bagian dalam memberikan kontribusi nyata untuk NKRI,” urai Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, M.Th. yang juga sebagai ketua BAMAG.

Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr. Eng, menyampaikan sebagai anak Tuhan, sebagai institusi Kristen, dan sebagai Gereja yang harus dilakukan pertama adalah datang kepada Tuhan. Oleh sebab itu, hari ini UK Petra mengajak BAMAG Jatim untuk mengadakan kebaktian kebangsaan ini. “Paling tidak adalah dua hal yang patut disimak. Pertama, kita tidak perlu putus asa, kita baru saja menyelesaikan Paskah, ada sebuah kemenangan yang terjadi, sesuatu yang terjadi, sejelek apapun, kita yakin bahwa saat ini kita ada di dalam kedaulatan Tuhan. Kedua, sebagai umat Tuhan kita harus menyuarakan kebenaran Tuhan. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, perkenankan saya sebagai institusi Pendidikan Tinggi Kristen merasa ikut bertanggung jawab dan ikut ambil bagian di dalam menyuarakan atas respon apa yang terjadi di NKRI,” urai Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr. Eng (fsc/dit).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here