SHARE

Pengetahuan dan keterampilan adalah hal yang diperlukan mahasiswa menjelang memasuki dunia profesional. Bagi yang menekuni dunia pemasaran, beberapa pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan adalah identifying market dan creating value. Pemahaman teoritis atas kedua hal ini akan bisa diaktualisasi menjadi keterampilan melalui pengalaman langsung melakukan kegiatan pemasaran. Program Manajemen Pemasaran UK Petra melalui Mata Kuliah Lokakarya memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk bisa melakukan aktualisasi itu dan juga mendapatkan pengalaman memulai suatu usaha.

Pada tanggal 22 Mei 2017 sampai dengan 28 Mei 2017 diadakan Bazaar Lokakarya dengan tajuk “Timescape: The Enchanted Journey” di lantai 1 Atrium pusat pertokoan East Coast Center. Sekitar 70 mahasiswa Program Manajemen Pemasaran ikut serta dalam bazaar ini. Mereka dibagi menjadi 11 kelompok beranggotakan 5-6 orang. Masing-masing kelompok menjadi penyewa tempat yang menyewa tempat di lokasi bazaar dan menjual produk-produk fashion and accessories. Dari 11 kelompok ini dibagi menjadi 2 kategori, dimana 5 kelompok bertema Old dan 6 kelompok bertema New. Pengkategorian ini dibuat agar bisa menggambarkan nuansa perjalanan waktu yang  diangkat tema bazaar.

Untuk memaksimalkan hasil dari bazaar, para mahasiswa merancang strategi pemasaran dimana meliputi penentuan waktu dan tempat.

Penentuan waktu pelaksanaan bazaar ini mengambil waktu yang tepat, yaitu perayaan hari jadi kota Surabaya. Pusat pertokoan tempat acara ini dilaksanakan adalah tempat dimana warga Surabaya merayakan hari jadi kotanya yaitu di Pasar Malam Tjap Toendjoengan 2017.

Strategi menentukan waktu dan lokasi ini sangat efektif karena acara tersebut mendatangkan jumlah pengunjung yang besar. Terhitung rata-rata sekitar 3.500 pengunjung memadati pusat pertokoan lokasi acara ini per hari. Strategi promosi yang kreatif juga dilakukan oleh para mahasiswa dimana selain mempromosikan kegiatan melalui media luar jaringan (offline) seperti poster; brosur ;dan umbul-umbul, mereka juga memanfaatkan media sosial dalam jaringan (online). Untuk lebih meningkatkan lagi dampak dari promosi media sosial mereka, mereka mendatangkan seorang artis media sosial Amanda Kohar. Selain itu masing-masing dari kesebelas kelompok ini juga memiliki strategi untuk meningkatkan bisnis masing-masing.

Salah satu dari stand mahasiswa dalam kategori Old adalah Almanac. Tim Almanac terdiri dari Andreas Sulistio; Verdhyka Pietrasanada; Rendy Gunawan; Giancarlo William Patty; Rizky Dika Kristian; dan Reynaldi Susanto Putra. Almanac menyediakan ragam kerajinan tenunan; dan kerajinan mutiara atau kulit kerang dari Pulau Lombok. Kerajinan-kerajinan ini memberikan nuansa perhiasan dan barang fashion tempo dulu. Dalam melakukan bisnisnya di bazaar ini, tim Almanac sekaligus melayani anak-anak Panti Asuhan Pondok Kasih dimana produk tenunan yang dijual adalah karya para anak panti asuhan tersebut. Pendapatan dari penjualan produk tersebut kemudian dikembalikan kepada para anak panti asuhan. Menurut Andreas Sulistio, dalam proses perkuliahan ini adalah juga penting untuk belajar mengelola kerjasama tim, dan berbesar hati saling memberi dan menerima kritik satu sama lain. Mahasiswa yang sebetulnya sudah memiliki startup cothing line dengan brandThe Young Generation” ini merasa  pembelajaran ini juga merupakan keuntungan bagi masing-masing anggota tim. Ia mengatakan, “Selain keuntungan bisnis, dari lokakarya ini kami belajar menjadi berkat bagi sesama. Saat kami sudah mendapatkan inti dari lokakarya ini, keuntungan dari penjualan itu hanyalah bonus semata”. (noel/dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here