SHARE

Pendidikan adalah kunci pengembangan kualitas manusia. Dalam dunia pendidikan di Indonesia, masih banyak ruang untuk melakukan perbaikan. Menurut data terakhir pada tahun 2016 Direktorat Jendral Pembelajaran Mahasiswa Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), ada 4.468 perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Potensi yang terkandung dalam banyaknya PT ini belum dapat digali secara maksimal karena kualitas PT belum cukup baik. Dari jumlah seluruh  PT tersebut, hanya 26 PT yang memiliki akreditasi A, 296 PT berkareditasi B, dan 690 PT berakreditasi C.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di PT, Ditjen Belmawa Kemenristekdikti menetapkan salah satu target rencana strategisnya adalah peningkatan jumlah PT yang terakreditasi unggul dari waktu ke waktu. Langkah yang ditempuh untuk mencapai target itu adalah menunjuk beberapa PT Unggul yang berakreditasi institusi A untuk melakukan pengasuhan pada PT Asuhan yang sudah ditentukan.

Pada bulan Mei 2017 ditunjuk 26 PT Unggul dan UK Petra sebagai PT dengan peringkat akreditasi ke-4 nasional mengasuh 3 PT Swasta yaitu Universitas Yudharta, Pasuruan; Universitas Dhyana Pura, Bali; dan Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. “Sesuai dengan Surat Dirjen Kelembagaan IPtek dan Dikti Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi No.1209/L.L5/Ks/2016 maka Perguruan tinggi swasta yang dapat menerima asuhan adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada pada kluster 3 dan 4 dengan sebagian besar program studinya terakreditasi C. Tidak semua PT berkesempatan menjadi PT unggul yang mengasuh PT di kluster 3 dan 4 ini, total ada 26 PT Unggul yang ditunjuk dan UK Petra salah satunya”, ungkap Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr.Eng. selaku rektor UK Petra.

Rangkaian kegiatan Hibah Program PT Unggul dimulai dengan Studi Banding PT Asuhan ke PT Unggul dan Lokakarya Manajemen Mutu PT. Pada tanggal 13 Juni 2017 yang lalu UK Petra menjadi tuan rumah kunjungan Studi Banding ketiga PT Asuhan tersebut. Dalam pertemuan ini, Rektor UK Petra, Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr.Eng., mengenalkan UK Petra kepada para peserta studi banding. Rolly dalam sambutannya mengungkapkan bahwa dalam rangkaian acara ini, UK Petra bukan bertindak sebagai guru, akan tetapi rekan belajar bersama, karena banyak hal yang juga perlu diserap UK Petra dari PT Asuhan. Seusai perkenalan dan sambutan, ia membawakan materi bertajuk “Membangun Sistem Manajemen/Administrasi”. Sesi ini dimaksudkan untuk memaparkan praktik baik yang dijalankan UK Petra dalam manajemen/administrasi PT. Menurutnya, secara umum, hal yang perlu dilakukan dalam manajemen pendidikan tinggi adalah: Penetapan Visi, Misi, dan Tujuan, Perencanaan Strategis (target), Team Building, Pembentukan Sistem Formal dan Penyelarasan Sistem Formal dan Informal.

PT Asuhan juga diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman bersama dengan para pimpinan fakultas dan program studi yang ada di UK Petra. Di kesempatan terpisah, Rolly menyampaikan bahwa menjadi PT Unggul adalah pengamalan dari visi UK Petra. Ia mengatakan, “Salah satu poin visi kita adalah Caring. Sebagai bagian dari komunitas pendidikan tinggi di Indonesia, UK Petra menjalankan Caring dengan melayani PT Asuhan sesuai dengan arahan Kemenristekdikti untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi”.

Kegiatan selanjutnya, Lokakarya Manajemen Mutu Perguruan Tinggi, dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 14-15 Juni 2017. Di hari pertama lokakarya, para peserta mendapatkan rangkaian materi yang terdiri atas Manajemen Mutu, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Sistem Penjaminan Mutu Eksternal, SPMI di UK Petra & SIM Mutu, Merancang Proses Bisnis & SOP dan Pembuatan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Di hari kedua, para peserta mempresentasikan RTL yang telah dibuat. RTL ini akan menjadi titik tolak untuk perbaikan selanjutnya yang akan difasilitasi dalam rangkaian Program Hibah PT Asuh ini. Setelah lokakarya di UK Petra berakhir, program ini akan dilanjutkan dengan dua sesi Lokakarya SPMI dan Pembuatan Dokumen Mutu Sesuai SNPT yang dilaksanakan di masing-masing PT Asuh. Direncanakan bahwa seluruh rangkaian program ini akan diselesaikan pada bulan Oktober 2017.

Menurut Dr. Jenny Mochtar sebagai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra, rencana strategis UK Petra yang sudah ditetapkan bisa diterjemahkan sesuai dengan standar yang dikehendaki Kemenristekdikti. Hal ini dapat dilihat jelas pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) yang diterapkan oleh Kemenristekdikti pada tahun 2015, dimana UK Petra sudah mengimplementasikan standar dalam SNPT sejak tahun 2012. Pimpinan tim Universitas Yudharta, Wiwin Fachrudin Yusuf, yang menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Mutu Internal Universitas Yudharta, merasa bahwa manfaat program ini sangat besar terutama dalam menumbuhkan budaya mutu. Ia mengatakan “Diharapkan kami bisa mencontoh UK Petra yang mementingkan budaya mutu internal sehingga pada akhirnya nilai di Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT) meningkat”. (noel/dit)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here