SHARE

Salah satu mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UK Petra) membuat sebuah inovasi dalam bentuk desain dan kampanye. Angeline Clareta Hayono, mahasiswa semester 8 Prodi DKV dalam rangka Tugas Akhir (TA) membuat sebuah bentuk desain dan kampanye ini dengan mengimplementasikan aksi solidaritas bertajuk SHOWlidarity. SHOWlidarity (Show your solidarity) merupakan sebuah aksi atau gerakan sebagai solidaritas untuk membantu Koperasi Usaha Bersama (KUB)  Mampu Jaya sebagai UKM (Usaha Kecil Menengah) sepatu dan sandal yang dibuat oleh warga dampak penutupan lokalisasi. KUB Mampu Jaya memiliki brand Putat Jaya Collection atau yang lebih dikenal dengan PJ Collection, memiliki produk buatan sendiri dengan model dan bentuk yang dirancang sendiri.

 

UKM ini awalnya didirikan pada tahun 2014 oleh 15 orang lebih namun saat ini hanya 4 orang yang bertahan, antara lain Atik, Yuni, Ida, dan Sabrina. UKM ini didirikan atas hasil pelatihan pemerintah setempat akibat penutupan lokalisasi pada tahun 2014. Setelah dilatih dan diajarkan bagaimana mendirikan bisnis sendiri, kemudian Atik dan lainnya berinisiatif membuka bisnis sendiri dengan modal dari uang kantong sendiri. Beruntungnya, pemerintah setempat memfasilitasi tempat dan alat untuk berbisnis dengan warga lainnya.

 

Mahasiswa yang akrab dipanggil Angie ini,  melakukan persiapan Tugas Akhir (TA) ini sejak bulan Maret 2017. Awalnya, Angie secara tidak sengaja berkeliling di area sentra UKM dan menemukan informasi bahwa terdapat produk yang menarik dari gang Dolly. Angie akhirnya melakukan survei dan menggali keinginan dan harapan yang disampaikan hingga akhirnya Angie menemukan ini sebagai topik TA.

 

Melalui gerakan SHOWlidarity, Angie ingin menerapkan solidaritas kepada para ibu-ibu pekerja KUB agar dapat menampilkan dan memproduksi sepatu yang kreatif sehingga memiliki kelebihan yang unggul dalam produknya. Dalam gerakan ini, Angie melakukan sebuah proses terlebih dahulu antara lain mengundang narasumber untuk memberikan pelatihan dan pembinaan agar dapat mengetahui kemampuan yang dimiliki PJ Collection kemudian Angie melakukan proses mencari ide kreatif dan unik yang dapat dilakukan para pekerja dengan kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki.

 

Setelah melalui sebuah proses diatas, Angie membuat sepatu ‘Showlidarity’ yang memiliki keunikan dan disesuaikan dengan trend masa kini khususnya untuk anak muda sehingga produk brand PJ Collection punya nilai yang tinggi, walau dengan budget yang setara dengan harga UKM.

Selain itu, agar produk ini bisa diketahui oleh masyarkat luas, Angie mengadakan event promo (24/5) yakni “Showlidarity Day” yang mengajak anak muda khususnya siswa SMA untuk berpartisipasi unjuk kekompakan yang diaplikasikan melalui sepatu Showlidarity dengan memberikan asesoris seperti patches, pin dan pom-pom.

 

Event promo ini mengajak siswa SMA untuk bebas berkreasi, berlomba untuk berkreativitas namun tetap mengandung makna dibalik kreativitas tersebut. Tak hanya itu, acara ini juga menghadirkan para ibu-ibu pekerja dari KUB Mampu Jaya untuk hadir bercerita bagaimana keadaan KUB Mampu Jaya dan harapan kedepannya. “Walaupun sekarang hanya tersisa 4 orang namun kami bersyukur masih bisa bertahan membuat dan melayani masyarakat dengan membuat sepatu dan sandal. Melalui kegiatan ini (SHOWlidarity) juga sangat membantu kami sehingga brand sepatu kami dapat lebih dikenal di masyarakat,” urai Atik sebagai Ketua PJ Collection.

 

Walaupun Angie sukses dalam terselenggaranya kegiatan ini namun bukan berarti Angie tidak menemukan kendala. “Kendala terberat adalah saat mengarahkan para pekerja untuk berkreativitas karena tidak mudah untuk mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru untuk kebaikan mereka,” urai Angie.

 

Harapan dari Angie pun tertuai melalui terselenggaranya kegiatan ini. “Semoga PJ Collection dapat melanjutkan inovasi ini, termotivasi untuk terus menjadi lebih baik. Selain itu, saya berharap masyarakat dapat tetap mendukung PJ Collection dan membeli inovasi produk ini agar pendapatannya bertambah dan KUB Mampu Jaya tetap berjalan agar citra gang dolly dapat lebih positif,” urai Angie (fsc/dit).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here