SHARE

Kreativitas dan inovasi terus digerakkan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dalam rangka menciptakan sebuah karya-karya seni baru. Hal ini diimplementasikan oleh Prodi Desain Interior UK Petra dalam gelaran pameran Tugas Akhir (TA) mahasiswa Desain Interior tanggal 5-7 Juni 2017.

 

Pameran ini merupakan hasil dari tiga mata kuliah Program Studi Desain Interior UK Petra yaitu Creativepreneurship A, Eko Desain A dan Lighting. Total dalam pameran kali ini berjumlah 47 karya dimana mata kuliah Creativeprenership A menghasilkan 19 brand, Eco Desain A menghasilkan 22 barang dan Lighting menghasilkan 6 barang.

 

Pertama, pameran mata kuliah Creativepreneurship A bernama Cre-Mart. Produk-produk ini merupakan produk kreatif hasil service learning yang dikerjakan secara berkelompok oleh 3-4 orang dimana mahasiswa Prodi Desain Interior bekerja sama dengan kelompok yang mempunyai keterampilan seperti tukang jahit di Surabaya. Kegiatan ini selain dapat mengolah kreativitas, diharapkan mahasiswa dapat peka dengan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat.

 

Kegiatan ini menimbulkan sisi positif sosial yakni dapat membantu masyarakat Surabaya untuk menghasilkan produk siap jual yang kreatif. “Tujuannya adalah  para mahasiswa dapat mengasah kreativitas, kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat di Surabaya dan sekitarnya., ucap Yusita Kusumarini, S.Sn., M.Sn selaku dosen pengampu mata kuliah Creativeprenership A.

 

Kedua, mata kuliah Eko Desain A muncul dari latar belakang banyaknya perabot kampus yang sudah rusak dan menumpuk di gudang kampus. Pameran bertajuk Reinvent: New from Ex Campus Furniture ini muncul berkat diskusi bersama antara dosen, mahasiswa, Unit Pelayanan dan Pemeliharaan Kampus (UPPK) UK Petra dan unit Perbekalan UK Petra.

Barang bekas pakai tersebut diolah oleh mahasiswa untuk menghasilkan produk baru. Sebelum pembuatan, mahasiswa dituntut melakukan pengamatan aktivitas pengguna dan kebutuhan fasilitas di gedung P kampus UK Petra kemudian membuat ide desain dan  merealisasikan dalam bentuk furniture yang unik. Jenis furniture ini antara lain tempat sampah yang diubah menjadi kursi dan lemari kayu.

Ketiga, pameran lighting muncul karena dilatarbelakangi pengamatan dari kurangnya  pencahayaan pada café-café di Surabaya. Produk lighting ini terbuat dari bahan recycle namun hasilnya tetap unik dan modern. Barang yang dipamerkan berupa standing lamp, table lamp, wall lamp hingga hanging lamp. Café dijadikan sebagai studi kasus karena belakangan ini banyak sekali bermunculan café di Surabaya dan banyak anak muda yang berada di tempat tersebut selama berjam-jam hingga malam hari (fsc/dit).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here