SHARE

Wisudawan dengan IPK tertinggi dari Program Studi Magister Teknik Sipil adalah Fendy. Pria kelahiran 7 Maret 1993 ini mencatatkan IPK 3,82. Sebelumnya, alumnus SMA Kristen Petra 2 ini menyelesaikan studi S1 di Program Studi Teknik Sipil UK Petra dengan peminatan Konstruksi. Fendy meraih prestasi ini walaupun ia juga tengah sibuk bekerja sebagai Quantity Surveyor di perusahaan konsultan manajemen konstruksi. Satu hal yang unik adalah, Fendy lulus S1 dengan nilai IPK 3,1; sedangkan di S2 ia menyelesaikannya dengan lebih baik secara signifikan di angka 3,82. Hal ini menurutnya dikarenakan saat S2, ia bisa memilih konsentrasi yang lebih spesifik diminatinya, sehingga hasil belajarnya menjadi lebih baik. Usai mendapatkan gelar Magisternya, ia hendak memakai bekal dari pendidikannya untuk membantunya dalam pekerjaan dan juga cita-citanya kelak untuk bisa berwirausaha.

Tesisnya berjudul “Analisa Faktor Penyebab Rework dan Tingkat Kesulitan Pencegahannya pada Pekerjaan Stuktur, Finishing dan MEP”. Rework atau pengerjaan ulang terjadi hampir di setiap proyek pekerjaan struktur, finishing dan MEP (singkatan dari: mechanical electrical plumbing). Rework adalah salah satu komponen biaya terbesar yang bisa memakan biaya sebesar 5-20% biaya kontrak. Dari masalah ini, Fendy ingin mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang faktor-faktor yang menyebabkan rework dan juga tingkat kesulitan pencegahannya. Dengan adanya pengertian yang lebih baik, perusahaan konstruksi akan bisa mengelola dan melakukan efisiensi. Dalam penelitiannya ditemukan bahwa faktor penyebab yang paling sering terjadi di pekerjaan struktur dan finishing adalah perubahan desain, sedangkan di pekerjaan MEP adalah jadwal yang terlalu padat. Kemudian, faktor yang paling sulit dicegah di pekerjaan struktur dan finishing adalah juga faktor perubahan desain, sedangkan untuk MEP adalah faktor kurangnya modal kerja. (noel/padi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here