SHARE
Processed with VSCO with a6 preset

Natalia Ivana Halim, S.Ak, Dipl.BA, Adv.Dipl.BA, GMA.Wisudawan dengan IPK tertinggi Fakultas Ekonomi kali ini adalah Natalia Ivana Halim. Lulusan SMA Ciputra ini kuliah di Program International Business Accounting (IBAcc) UK Petra dan lulus dengan IPK 3,98. Difasilitasi oleh program sertifikasi yang terintegrasi dalam kuliah, dalam kurun waktu empat tahun perkuliahannya, Natalia sudah mengoleksi tiga gelar, yaitu: Sarjana Akuntansi dari UK Petra; Graduate Management Accountant dari CMA; dan Advanced Diploma in Accounting and Business dari Oxford Brookes University. Ia akan menyelesaikan satu gelar lagi yaitu gelar Bachelor in Accounting di waktu dekat ini. Untuk memperkaya ilmu yang didapat dari perkuliahan, Natalia mengikuti program pertukaran pelajar ke Hochschule Mainz, Jerman dimana ia mengambil kelas Behavioral Economics, Logistics, Case Studies in Management, dan Bahasa Jerman. Wanita kelahiran 25 Desember 1995 ini terpacu menggapai semua pencapaian ini karena ingin selalu do the best dan tidak mau setengah-setengah apabila melakukan sesuatu, dan yang paling utama ia ingin membuat orangtuanya bangga.

Skripsi Natalia bertajuk “Board of Directors, Intellectual Capital dan Kualitas Earnings di Indonesia dan Malaysia”. Skripsi ini berangkat dari adanya kecenderungan perekayasaan pelaporan laba akuntansi (Earnings Management) yang mengarah ke tindakan ilegal. Earnings management akan mempengaruhi Earnings Quality(EQ), yaitu mutu pelaporan laba. Intellectual Capital (IC) adalah aset berupa talenta atau hak intelektual. Secara teoritis, Dewan Direksi (Board of Directors/BOD) suatu perusahaan memegang peran utama dalam mempengaruhi EQ dan IC. Natalia meneliti seberapa besar pengaruh BOD terhadap EQ dan IC di Indonesia dan Malaysia. Indonesia dan Malaysia adalah ideal untuk diperbandingkan karena selain letak geografis yang dekat, kedua negara ini memiliki kesamaan dalam dimensi kebudayaan Hofstede di aspek-aspek: power distance; collectivism; uncertainty avoidance; dan masculinity. Natalia melakukan pengumpulan data sekunder melalui catatan Bloomberg dan laporan tahunan beberapa perusahaan dan kemudian melakukan komparasi. Hasil yang didapatkan adalah pengoptimalan BOD di Indonesia sangat penting untuk meningkatkan kualitas laba di Indonesia. (noel/padi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here