SHARE

Republik Indonesia sebagai negara yang memperjuangkan kemerdekaan dan mencapainya patut berbangga. Pada tanggal 17 Agustus di setiap tahunnya, kita merayakan proklamasi kemerdekaan RI. Di tahun 2017, bangsa ini merayakan Hari Kemerdekaan untuk ke-72 kali dengan semangat “Indonesia Kerja Bersama”. Dalam semangat ini juga, Universitas Kristen Petra sebagai instansi pendidikan tinggi Indonesia melaksanakan Upacara Bendera Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-72.

Upacara yang dilaksanakan di Lapangan Olahraga UK Petra (Lapangan Anta) dimulai pada pukul 07.30 WIB. Kolonel Marinir (Purn.) Boy Freddy Malonda, Kepala Unit Ketahanan Kampus UK Petra bertindak sebagai Komandan Upacara dan sekitar lebih dari 2000 orang mahasiswa mengikuti upacara ini. Rektor UK Petra, Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr.Eng. bertindak sebagai Inspektur Upacara menyampaikan sambutan dari Menteri riset dan teknologi pendidikan tinggi (Menristekdikti) dengan tajuk sama dengan semangat HUT RI ke-72, “Indonesia Kerja Bersama”. Sambutan ini diawali dengan penggalan pidato legendaris Presiden Soekarno pada Juni 1945, “… Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis kuntul baris buat kepentingan bersama”. Berangkat dari kutipan ini diberikan gambaran bahwa Indonesia sudah berhasil menjadi bangsa yang besar dengan berbagai kemajuan dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik. Di sisi lain, dipaparkan tantangan terbesar adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sebagian besar terdiri atas tenaga tidak terlatih atau berkeahlian rendah-menengah.

Menghadapi tantangan tersebut, Kemenristekdikti menetapkan tujuan strategi 2019 yaitu: meningkatnya relevansi, kuantitas dan kualitas SDM berpendidikan tinggi, serta kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan inovasi untuk keunggulan daya saing bangsa. Kunci pencapaian tujuan strategi ini, menurut Menteri RIstekdikti adalah kerja bersama yang dimulai dari diri sendiri dan membangun budaya anti plagiat, budaya keilmuan yang menghasilkan inovasi dan karya bermanfaat, budaya kampus bersih, budaya anti korupsi, budaya anti narkoba,  bebas dari faham radikalisme, membangun kesantunan dan memperteguh jiwa Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.

Upacara diwarnai dengan  simulasi penanganan keadaan darurat yang dilaksanaan oleh tiga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bakti Negara, yaitu: Resimen Mahasiswa (Menwa), UKM Mahasiswa Petra Pecinta Alam (Matrapala) dan Korps Suka Rela (KSR) PMI. Ketiga UKM Bakti Negara yang berada di bawah binaan Unit Ketahanan Kampus UK Petra ini memperagakan simulasi penanganan keadaan darurat terorisme dimana terjadi  Rektor diculik, penanganan ancaman bom, unjuk ketangkasan prusik (simpul tali) untuk menaiki bangunan tinggi, cara kerja triage (teknik dalam penanganan korban) dan kerjasama dengan pihak kepolisian untuk penanganan ancaman terorisme.

Beberapa pesan dan petunjuk disampaikan melalui simulasi yang juga didukung oleh Subdetasemen Gegana Satuan Brigade Mobil Polda Jawa Timur ini, yaitu: kerjasama antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam ancaman terorisme, apabila ada ancaman terorisme segera menghubungi pihak yang berwajib, jangan mendekati lokasi yang berbahaya seperti obyek bom atau daerah tembak menembak dan klasifikasi penanganan korban berdasarkan urgensi lukanya.

Seusai simulasi keadaan darurat, rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan ditutup dengan defile oleh Lembaga Kemahasiswaan – Keluarga Besar Mahasiswa UK Petra. Dalam kesempatan ini Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim menyampaikan, “Semua berjalan dengan baik dan lancar dari persiapan upacara sampai simulasi karena kerjasama dan komunikasi  yang baik dari Petra yang solid dan bagus”. Vincent Prasetyo, pengurus bagian Hubungan Masyarakat Menwa yang bertugas sebagai Perwira Upacara menyampaikan, “Kita boleh menuntut ilmu setinggi mungkin, akan tetapi jangan lupa timbal balik kita kepada bangsa dan negara”. (noel/dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here