Kegiatan Mahasiswa yang Berdampak Keluar

Kandidat Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UK Petra periode 2017-2021 : Ronald H. I. Sitinjak, S.Sn., M.Sn.

781
0
SHARE

Salah satu Kandidat Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan untuk Periode 2017-2021 adalah Ronald Hasudungan Irianto Sitinjak, S.Sn., M.Sn. Dalam diskusi mengenai rencana pengembangan di masa depan, Ronald memaparkan bahwa pola pengembangan yang sudah ada saat ini akan tetap dijalankan dengan evaluasi dan pengembangan secara terus menerus. Selain itu, ia juga menetapkan satu target tambahan, yaitu untuk meningkatkan peran mahasiswa dalam memberikan dampak terhadap penilaian terhadap universitas. Peningkatan peran kemahasiswaan ini adalah garis besar program kerja yang direncanakan. Dalam penilaian terhadap institusi universitas, secara khusus dalam hal akreditasi dan pemeringkatan institusi, ada poin-poin yang terkait dengan kemahasiswaan. Ronald berfokus dalam meningkatkan sumbangsih mahasiswa dalam penilaian institusi ini.

Secara konkrit ada dua program yang hendak digalakkan dalam hal peningkatan sumbangsih kemahasiswaan ini. Yang pertama adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti. Mahasiswa UK Petra pernah satu kali mencatatkan prestasi dalam PKM di tahun 2017. Apabila kita mempertimbangkan berbagai kegiatan mahasiswa UK Petra baik dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau peminatan, maupun dalam jalur akademik, potensi untuk mendapatkan PKM ini adalah sangat besar. Menurut Ronald apabila bisa bekerja sama dan berkoordinasi dengan bidang akademik atau dosen-dosen yang punya kepedulian yang selaras, PKM bisa dicangkokkan sebagai tujuan luaran dari proses perkuliahan mahasiswa. Program Dikti kedua yang terkait dengan pengembangan ini adalah Pekan Olah Raga Mahasiswa Nasional (POMNAS) dan Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS). POMNAS dan PEKSIMINAS adalah program resmi Dikti yang belum banyak mahasiswa UK Petra berkiprah di dalamnya.  UKM bisa mencatatkan prestasi di ajang ini, sehingga UKM selain menyalurkan hobby, bisa juga menghasilkan prestasi. Poin penilaian atas pencapaian dalam dua ajang ini cukup signifikan, dan potensi yang dimiliki mahasiswa sebetulnya cukup besar.  “Apabila mahasiswa UK Petra mencatat prestasi dalam kedua kegiatan tersebut, maka dampaknya adalah penilaian dan pemeringkatan di poin kemahasiswaan dapat terangkat. Keberhasilan meningkatkan sumbangsih kemahasiswaan ini secara jangka pendek dapat terasa dalam bentuk akreditasi institusi maupun pemeringkatan,” ungkap dosen berusia 42 tahun ini.

Ronald menyampaikan gambaran atas pengembangan universitas di masa mendatang, yang pertama adalah terjadi keselarasan dari visi rektor dan tiap bidang-bidang terutama di bidang kemahasiswaan. Ia juga mengharapkan terjadi peningkatan dalam sisi kuantitas dan kualitas dalam kegiatan mahasiswa. Kegiatan mahasiswa masih berorientasi internal, menurutnya kegiatan tersebut perlu diarahkan agar berdampak keluar. Dengan demikian mahasiswa mengambil peran sebagai branding universitas. Lebih lanjut, Ronald mengharapkan efisiensi kegiatan internal kampus melalui kolaborasi. Lembaga Kemahasiswaan sebaiknya tidak melaksanakan kegiatan sendiri-sendiri dengan skala kecil, melainkan sebaiknya bekerja sama tetapi membuat acara yang lebih besar. Dalam hal ilmu pengetahuan, Ronald juga mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam seminar sebagai pemakalah. Menurutnya, mengikuti seminar bisa memanfaatkan penelitian yang dilakukan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas kuliahnya, maka dalam seminar, mereka dapat menyelesaikan tugas sekaligus mempublikasikan hasil penelitiannya.

Kepeduliannya atas kegiatan kemahasiswaan dalam program kerjanya ini berakar dari aktivitasnya dalam lembaga kemahasiswaan saat masih berkuliah. Ronald adalah seorang alumnus Program Studi Desain Interior UK Petra, dan tercatat menjadi pengurus himpunan mahasiswa program studinya. Mengenai falsafah kehidupan, Ronald membagikan ayat yang dipegangnya sejak saat pertama kali merantau ke Jawa, yaitu Ayub 23:10, yang menguatkannya dalam berkarya dan integritas. Wakil Dekan Fakultas Seni dan Desain ini juga membagikan pandangannya yang selalu menjaga keseimbangan. Ronald mengatakan, “Keindahan yang sejati itu ada di dalam keseimbangan”. (noel/dit)

Facebook Comments