SHARE

Perkembangan jaman saat ini berpusar pada perkembangan teknologi dan meningkatnya pemakaian internet. Internet semakin merasuk di segala sisi kehidupan manusia. E-commerce atau kegiatan perdagangan melalui internet juga  akan berkembang menjadi primadona. Bagaimana situasi dan peluang dalam E-Commerce pada tahun 2017? Program Studi International Business Management UK Petra memberikan gambarannya melalui E-Commerce Outlook 2017.

Pada tanggal 25 November 2016 digelar E-Commerce Outlook 2017 dengan tajuk “Antara Tradisi dan Teknologi” di Hall Gedung Spazio. Acara yang diikuti oleh mahasiswa, profesional dan pelaku bisnis menghadirkan pembicara: Ariady S.E., M.M., MBA., pelaku bisnis bidang investasi; Yasa Singgih pelaku bisnis E-Commerce dan pendiri merk busana Men’s Republic.

Ariady membuka sesinya dengan sebuah ilustrasi tentang perusahaan film untuk kamera yang mendunia, KODAK. Didirikan pada tahun 1978, KODAK berhasil merajai pasar film kamera sejak tahun 1998. Pada tahun 2005 teknologi kamera digital diperkenalkan di pasar dan  di tahun 2010, KODAK menyatakan diri pailit. Hanya dalam waktu 5 tahun, kesuksesan yang dibangun KODAK selama puluhan tahun menjadi kejatuhan. Ilustrasi ini menggambarkan bagaimana teknologi sangat mempengaruhi bisnis. Ariady kemudian memberikan beberapa contoh yang lebih mutakhir, seperti: taksi vs Uber; ojek vs Gojek; perhotelan vs Air BnB; peritel vs Alibaba; dan mobil konvensional vs mobil Tesla. Ariady mengatakan bahwa perkembangan teknologi membawa semua bisnis untuk bermigrasi ke arah internet. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah bagaimana membuat pola usaha yang sudah mapan bisa bertumbuh di dunia internet. Ariady memberikan semangat: “Teknologi yang hebat dihasilkan oleh tradisi yang hebat”. Apabila pola usahanya baik, maka bermigrasi menuju E-Commerce hanya masalah penyesuaian saja. Pola bisnis yang sehat akan bisa jadi landasan yang baik untuk mengembangkan usaha, termasuk pengembangan ke arah daring.

Yasa memperkenalkan dirinya sebagai seorang “entrepreneur by accident”. Ia membagikan pengalaman berwirausaha sejak usia 16 tahun dengan jual beli sepatu yang dibeli dari pasar Tanah Abang, Jakarta. Setahun kemudian ia memulai usaha kedai kopi dan setelah dua tahun ternyata usaha kopinya bangkrut dan ia menderita kerugian seratus juta rupiah. Beberapa saat kemudian, ia memulai bisnis sepatu tanpa modal dengan cara meminta pengrajin sepatu di Bandung membuatkan sepatu rancangannya sebanyak empat lusin dan ia diberi waktu dua bulan untuk membayar sepatu itu. Tak disangka dalam jangka waktu tiga minggu, sepatu dagangannya sudah habis dan ia bisa memesan sepatu lagi. Pada tahun 2016, merek Men’s Republik miliknya sudah terkenal di internet dan laku ribuan pasang per minggu. Yasa  memberikan kiat bagaimana cara untuk bisa berkembang di bisnis E-Commerce. Menurutnya langkah pertama dan terpenting untuk semua bisnis adalah mencari pasar yang sesuai. Pengertian atas keunikan masing-masing platform e-commerce yang ada, seperti: Lazada; Tokopedia; BukaLapak; dan sebagainya, akan membantu dalam proses ini. Dengan memahami pasar,  kita akan bisa merancang suatu wow factor; sebagai contoh sepatu yang membuat remaja gadis merasa wow mungkin tidak akan memberi efek yang sama pada pria dewasa. Ia juga memberikan gambaran super team, suatu tim yang akan mampu membesarkan bisnis e-commerce. Tim bisnis daring yang baik terdiri atas: hacker, hustler, dan hipster. Hacker adalah orang yang ahli teknologi dan hal-hal teknis. Hustler adalah negosiator dan penghubung bisnis pemangku kepentingan. Dan Hipster adalah orang yang mampu menciptakan mode dan memancing perhatian. (noel/dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here