SHARE

Generasi saat ini dikenal dengan sebutan millenials atau disebut juga dengan Generasi Z. Lebih spesifik lagi, generasi Z adalah mereka yang lahir antara tahun 1994 – 2011. Salah satu ciri generasi Z adalah dalam kesehariannya hampir selalu bersentuhan dengan teknologi yang kian canggih. Karakteristik positif yang dimiliki Generasi ini adalah penguasaan yang tinggi akan teknologi dan biasa bersosialisasi di dunia maya. Selain itu mereka memiliki kecenderungan lebih spontan dalam mengekspresikan suatu hal yang dirasakan atau dipikirkan tetapi sisi sebaliknya, dalam berkomunikasi verbal generasi ini mempunyai kecenderungan individualis, egosentris, menyukai semua yang serba instan, kurang sabar, serta kurang menghargai proses. Hal ini tampak dari suka sibuk sendiri dan canggung dalam berinteraksi dengan orang lain di dunia nyata.

Sebagai suatu upaya untuk memberi solusi dalam menumbuhkan perhatian dan kepedulian generasi ini pada interaksi sosial secara langsung dan bermasyarakat, Perpustakaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) berkolaborasi dengan Lembaga Pers Mahasiswa (PERSMA) menyelenggarakan Pameran Desa Informasi dengan tajuk “Legacy for Z”. Pameran ini digelar pada 15 Maret hingga 15 April 2017 di ruang pamer Perpustakaan lantai 6 gedung Radius Prawiro. Pameran ini menampilkan 26 karya fotografi para fotografer Persma, lengkap dengan rangkaian cerita hingga para pengunjung dapat memahami karya tersebut. Karya-karya ini menggambarkan kegiatan keseharian yang dilakukan beberapa komunitas atau yayasan yang melayani anak-anak. Komunitas dan yayasan yang diangkat dalam kesempatan kali ini adalah Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) dan Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta (SMPLB YPAB), Yayasan Peduli Kanker Anak Indonesia (YPKAI), Panti Asuhan Bakti Luhur dan Taman Baca Siwalankerto.

Salah satu foto yang ditampilkan menceritakan kegiatan di ruang kelas anak-anak disabilitas netra  di SDLB dan SMPLB YPAB. Interaksi anak-anak dengan teman dan lingkungannya diharap bisa memberikan pemahaman  pengunjung galeri ini tentang generasi Z. Terlebih lagi, penggambaran anak-anak berkebutuhan khusus yang rindu mencapai kemandirian seperti anak-anak pada umumnya diharapkan bisa memancing empati para generasi Z agar ikut berkontribusi membantu anak-anak ini di tengah minimnya ketersediaan tenaga relawan.

Kegiatan berkarya dalam bentuk foto seperti ini merupakan kegiatan besar tahunan Persma,  dimana dalam kegiatan ini para fotografer anggota Persma menetapkan suatu konsep cerita, dan kemudian menceritakannya melalui rangkaian karya fotografi. Masing-masing karya foto dilengkapi dengan keterangan yang menceritakan foto yang ditampilkan. Menceritakan sesuatu melalui foto dan kata-kata membutuhkan keahlian yang unik, dengan membuat photostory, para fotografer Persma berlatih meningkatkan keahlian bercerita dengan lebih lengkap.
Rangkaian karya photostory ini setelah usai pameran akan diarsip secara digital oleh perpustakaan UK Petra sehingga dapat diakses oleh kalangan luas, dengan demikian Photostory: Legacy for Z ini dapat menjadi warisan untuk generasi Z dan juga generasi-generasi selanjutnya. (noel/dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here