SHARE

Kendaraan bermotor roda dua saat ini menjadi hal yang lumrah dimiliki tetapi hanya sedikit yang bisa merawat kendaraannya dengan baik. Kurang baiknya perawatan kendaran bermotor ini bisa disebabkan oleh berbagai hal salah satunya kurangnya akses pada bengkel pemeliharaan. Himpunan Mahasiswa Mesin Universitas Kristen Petra (Himamesra UK Petra) bersama Honda kembali menyelenggarakan acara servis gratis roda dua untuk civitas dan masyarakat umum.

Acara yang digelar pada tanggal 17-20 April 2017 di Bengkel Komunitas Otomotif Mesin Petra (Kometra) ini mengangkat tema “Learn and Apply” yang mengangkat harapan bahwa melalui kegiatan ini mahasiswa Teknik Mesin dan Otomotif UK Petra memiliki kemampuan dalam bidang perawatan sepeda motor dan dapat membagikan pengetahuan tentang perawatan ini kepada pengendara motor lainnya.

16 mahasiswa Program Studi Teknik Mesin dan Program Otomotif menjadi mekanik yang menjalankan 4 pit (ruang service) dengan 2 shift selama 4 hari. Para mekanik mahasiswa ini adalah mahasiswa yang terpilih atas dasar memiliki pengetahuan dan kemampuan mekanik motor. Mereka bekerja di bawah panduan dan pengawasan kepala mekanik salah satu bengkel sepeda motor Honda resmi di Surabaya. Bengkel yang sama juga menyediakan peralatan khusus untuk sepeda motor Honda. Pelayanan yang mereka sediakan adalah tune up (penyetelan); light repair (perbaikan ringan); penjualan sukucadang; dan uji kendara gratis motor baru Supra GTR 150 dan All New Honda Sonic. Heavy repair (perbaikan berat,yang melibatkan turun mesin) tidak disediakan karena lokasi dan peralatan yang ada tidak memungkinkan. Apabila ditemukan adanya kebutuhan untuk perbaikan berat pada motor yang dilayani, para mahasiswa mekanik bisa menjelaskan permasalahannya dan menyarankan solusi perbaikan yang bisa dilakukan di bengkel terdekat. Para mahasiswa mekanik ini didukung juga oleh mahasiswa yang bertugas sebagai Service Advisor dan administrasi bengkel. Mahasiswa-mahasiswa ini mempraktekkan bagaimana operasional bengkel di luar kegiatan mekanik, seperti: penerimaan motor, administrasi bengkel motor, penjualan suku cadang, kasir, dan lain sebagainya yang menunjang acara ini.

Tanggapan positif dengan diselenggarakannya acara ini terlihat dari jumlah motor yang dilayani selama kegiatan berlangsung, dimana sebanyak 120 motor yang dilayani, melampaui target yang ditentukan. Ketua panitia Servis Gratis, Victor Reynold, yang sempat ikut serta sebagai mekanik dan menangani tiga motor menceritakan kesannya, ”Kami sangat senang karena bisa mempraktekan hal-hal yang selama ini dipelajari dalam kelas. Hal Ini seperti studi ekskursi tetapi dilaksanakan dalam kampus”. (noel/dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here