SHARE

King Sejong Institute (KSI) dan Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar acara Lomba Menghias Kipas Korea pada tanggal 21 April 2017 di gedung T ruang AV502, lebih dari 60 peserta yang terdiri dari mahasiswa UK Petra dan masyarakat umum mengikuti lomba yang bertujuan untuk mengenal budaya Korea sekaligus memperkaya pengalaman internasional.

        Sebelum lomba dimulai, Hong Jongyoun pengajar bahasa Korea dari KSI memberikan gambaran latar belakang budaya kesenian Korea. Latar belakang budaya Korea perlu dipahami terlebih dahulu agar peserta bisa memberikan hiasan yang mewakili atau sesuai dengan kipas Korea. “Ciri khas kesenian Korea tersebut harus ada 5 warna Korea (obangsaek), 4 Tanaman khas Korea, dan Ship Jangsaeng atau 10 Simbol Panjang Umur. Lima warna Korea adalah: biru yang melambangkan arah Timur; putih yang melambangkan Barat; merah yang melambangkan Selatan; hitam melambangkan Utara; dan kuning melambangkan tengah. Orang Korea memakai kombinasi kelima warna dasar ini di semua sisi kehidupan, seperti: makanan; pakaian; dan juga bangunan”, urai Hong Jongyoun.

        Empat tanaman Korea adalah pohon bunga persik yang melambangkan musim semi, bunga anggrek yang melambangkan musim panas, bunga krisan yang melambangkan musim gugur dan pohon bambu yang melambangkan musim dingin. Pohon bambu masuk dalam daftar sebab di musim dingin, pohon ini tetap berwarna hijau dan rumpun bambu yang tinggi tidak tertutup salju sehingga memberikan warna hijau yang kontras dengan salju yang menutupi segala sesuatu yang lain.Ship jangsaeng adalah motif desain dengan dasar dari sepuluh benda yang menurut kepercayaan Konfusianisme Korea melambangkan panjang umur. Kesepuluh benda ini adalah matahari, gunung, air, awan, bebatuan, pohonan pinus, jamur bullcho, kura-kura, burung bangau, dan rusa. Orang Korea selalu memasukkan 10 benda ini dalam berbagai ilustrasi tradisional dan dekorasi. Pemakaian simbol-simbol ini dianggap bisa membantu manusia untuk hidup sehat dan kuat karena adanya hubungan yang harmonis antara manusia dengan lingkungan.

        Dengan bekal pengenalan dasar atas budaya Korea tersebut, diharapkan karya hiasan kipas para peserta dapat menunjukkan ciri khas kesenian Korea. Setiap peserta diperbolehkan memakai alat lukis yang disediakan oleh panitia yaitu kuas Korea, tinta, kertas hanji, lem, dan spidol. Dalam pengerjaan, peserta harus membiasakan diri menggambar di atas lekukan tulang-tulang kipas dan bentuk kipas yang bukan kotak. Dari seluruh peserta, diambil 8 karya terbaik.

Hafid Kamil salah seorang pemenang juara harapan menggambarkan Menara Namsan yang merupakan salah satu bangunan khas di ibukota Korea Seoul. Mahasiswa jurusan multimedia di suatu PTS ini mengungkapkan minatnya pada budaya Korea, ujarnya “Saya suka dengan  budaya Korea, dengan mengikuti lomba ini saya lebih mengenal budaya Korea”.(noel/dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here