SHARE

Seiring perkembangan jaman yang mulai beranjak pada ranah digital media, dunia pajak pun turut serta dalam memajukan dunia perpajakan dengan basis digital. Hal ini diimplementasikan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra (Himajaktra)  Program Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra untuk menyelenggarakan Petra Tax Competition (PTC).

Petra Tax Competition (PTC) 2017 merupakan acara tahunan berupa lomba perpajakan dan seminar nasional. PTC tahun sebelumnya hanya berupa lomba, tahun ini berbeda karena ditambah dengan kegiatan seminar nasional. Kegiatan ini bertujuan untuk menampung dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa akuntansi dan perpajakan di seluruh Indonesia untuk mengembangkan prestasi akademik khususnya dalam bidang perpajakan.

PTC 2017 mengangkat tema “The Rise of Tax Heroes” yakni berfokus pada sebuah isu tentang jumlah konsultan pajak Indonesia dan hubungannya terhadap rendahnya kinerja penerimaan pajak negara. Pemerintah Indonesia sedang menggiatkan usaha dalam menaikkan pendapatan negara salah satunya dengan melalui pajak. Mengacu data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, kinerja penerimaan pajak negara sepanjang Kuartal I tahun 2016 masih memprihatinkan. Salah satu penyebab dari rendahnya kinerja penerimaan ini adalah karena kurangnya jumlah konsultan pajak di Indonesia.

Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa Akuntansi Pajak (Himajaktra) menyelenggarakan Petra Tax Competition 2017 yang bertujuan untuk membekali mahasiswa akuntansi dan perpajakan dengan keahlian di bidang perpajakan sehingga kedepannya dapat menjadi konsultan pajak dan meningkatkan jumlah konsultan pajak Indonesia yang handal.

Sebelum kompetisi berlangsung,  terdapat seminar nasional pada tanggal 12 Mei 2017 bertema “Taxation in the Era of Digital Economy” dengan pembicara Yusuf W. Ngantung, LL.B, LL.M Int. Tax., ADIT , selaku Senior Manager of International Tax / Transfer Pricing Services at Danny Darussalam Tax Centre dan Syafrian S.E, M.A selaku Account Representative di Direktorat Jenderal Pajak Kementrian Keuangan.

Kompetisi berlangsung pada tanggal 13 Mei 2017. Kompetisi dimulai dengan babak penyisihan sesi 1 yakni Partnership Formation, babak penyisihan sesi 2 yakni Self Assessment Test, Babak Penyisihan sesi 3 yakni Rally Games, Babak Semifinal yakni Lift Your Board, Babak Semifinal yakni Be Fast Be Right, dan Babak Final yakni Petra Presentation Project.

Terdapat 26 tim tergabung menjadi peserta PTC 2017 yang berasal dari mahasiswa berbagai universitas di Indonesia, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN), Universitas Brawijaya, Universitas Widya Mandala Surabaya, STIE Perbanas, Universitas Surabaya, Politeknik UBAYA, UNESA, Universitas Tarumanegara, Universitas Airlangga, dan Universitas Katolik Soegijapranata.

Kompetisi berlangsung satu hari dan akhirnya menghasilkan pemenang. Juara 1 diraih oleh Politeknik Keuangan Negara STAN, Juara 2 diraih oleh Universitas Indonesia dan Juara 3 diraih oleh Universitas Brawijaya. Ajang ini digunakan sebagai sarana menambah wawasan sekaligus mengasah kemampuan sehingga mampu bersaing di tingkat Nasional. Hal ini disampaikan juga oleh salah seorang peserta dari Universitas Indonesia, Pandu.“Sebelumnya saya tidak ada pengalaman mengikuti perlombaan, kali ini dipercaya oleh Fakultas Vokasi Administrasi Perpajakan Universitas Indonesia untuk menambah wawasan dan pengalaman di bidang perpajakan. Persiapan yang dilakukan adalah belajar selama kurang lebih satu bulan dan pastinya berdoa,” urai Pandu sebelum mengikuti acara seminar nasional (fsc/dit).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here