SHARE

Surabaya sebagai kota metropolis memiliki beragam permasalahan yang dihadapi penduduknya. Permasalahan yang terjadi khususnya pada anak-anak dan remaja, adalah seks bebas, penyebaran obat-obatan terlarang, pernikahan dini dan kekerasan pada anak.

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra)  bekerjasama dengan Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) melaksanakan rangkaian Kampanye Relasi Publik di enam lokasi resiko untuk mengurangi kerentanan anak-anak terhadap masalah-masalah tersebut. Para mahasiswa Ilmu Komunikasi bekerjasama dengan KPI bekerja mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat dan salah satu permasalahan adalah eksploitasi seksual komersial anak (ESKA) dimana permasalahan ini telah menjadi program kerja KPI Jawa Timur berupa program Down to Zero (DtZ) yang bertujuan meniadakan ESKA. Satuan tugas KPI bersama dengan Pusat Krisis Berbasis Masyarakat (PKBM) milik pemerintah memberikan pelayanan pada anak-anak rentan ESKA di seluruh Surabaya. Kegiatan kampanye ini dilaksanakan di 6 forum anak PKBM. Keenam forum anak ini berada di  kelurahan Putat Jaya pada tanggal 6 Mei 2017, kelurahan. Dukuh Kupang pada tanggal 14 Mei 2017, kelurahan Jagir 15 Mei 2017, kelurahan. Ampel dan kel. Sidotopo pada tanggal 24 Mei dan Kampung Bumiharjo, kelurahan Wonokromo pada tanggal 26 Mei 2017.

Salah satu kampanye ini dilaksanakan di Jalan Bumiharjo, Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Wonokromo. Jl. Bumiharjo adalah jalan kecil selebar 2m sepanjang kurang lebih 400m yang menghubungkan antara ujung Jl. Ciliwung dan salah satu pintu masuk Kebun Binatang Surabaya (KBS) di Jl. Wonokromo . Pada mulanya, jalan ini adalah kanal air milik Perum KA. Ketika di atas kanal itu diberi beton penutup, lintasan yang terjadi itu akhirnya menjadi jalan Bumiharjo. Kampung pemukiman di jalan ini sangat padat dan kumuh.

Ketika tim datang di lokasi ini, para mahasiswa mengidentifikasi adanya kebutuhan akses buku pada anak-anak yang bertujuan meningkatkan minat baca dan pendidikan mereka. Dari identifikasi kebutuhan ini, mahasiswa menggelar kampanye bertajuk “Gerakan 100 Buku. Membaca Bersama Pintar Bersama”. Gerakan ini bermula muncul dari Naufal seorang  siswa kelas 4 sekolah dasar yang suka mengajak teman-temannya ke rumah dan memperbolehkan untuk dibaca di rumahnya. Lambat laun, banyak anak suka membaca sehingga ketua rukun tetangga berkeinginan membentuk suatu taman bacaan kampung. Dalam kampanye ini, mahasiswa mengajak sekitar 40 anak-anak yang hadir untuk membaca buku-buku dan menceritakan apa yang didapat dari buku-buku tersebut. Sesudah acara, sekitar 160 buku yang dipakai disumbangkan untuk menambah koleksi taman bacaan yang sebelumnya berjumlah  30.

Kegiatan Kampanye Relasi Publik ini diharapkan selain bisa memberikan pengaruh yang baik pada anak-anak, juga memberikan dampak positif pada lingkungan dan orang disekitar.

Ketua Rukun Tetangga, Rahmat, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa ini. Ia mengatakan, “Saya senang melihat anak-anak senang melalui buku-buku yang disumbangkan”. Caroline Ika Damajanti, SE, MComm., dosen pengampu Kampanye Public Relations mengajak semua orang untuk memulai dari diri sendiri dan peduli tentang human trafficking dan eksploitasi anak-anak. Ia mengatakan, “Semua bermula dari diri sendiri untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik”. Kenny Gunawan, mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi yang berkampanye di Bumiharjo mengutarakan kesannya, katanya “Senang rasanya bisa berbagi dengan orang lain, terlebih untuk yang sangat membutuhkan”. (noel/dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here