SHARE

Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia. Besarnya populasi ini menyiratkan besarnya potensi dalam bentuk tenaga kerja. Di sisi lain ada tantangan yang didapati untuk bisa mengaktualisasi potensi ini. Tenaga kerja dari Indonesia dipersepsi sebagai tenaga kerja tidak berkeahlian atau berkeahlian menengah sehingga apresiasi yang sepantasnya tidak didapatkan di lingkup internasional. Untuk mengubah persepsi ini, diperlukan adanya standarisasi dan sertifikasi yang baik atas para profesional ini. Dalam UU no. 11 tahun 2014 diregulasikan ketentuan khusus terhadap bagian dari profesi yang ada di Indonesia, yaitu insinyur. Menanggapi regulasi ini, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menerbitkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 35 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Program Profesi insinyur.

Program Profesi Insinyur (PPI) U.K. Petra yang berada dalam Fakultas Teknologi Industri berawal dari mandat yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti melalui SK Menristekdikti no. 201/KPT/I/2017. Dari sekitar lebih dari 4000 perguruan tinggi (PT) yang ada di Indonesia, U.K. Petra adalah satu dari 40 PT yang ditunjuk menyelenggarakan pendidikan PPI. PPI UK Petra ini sendiri diresmikan pada tanggal 8 September 2017 melalui acara Launching Program Profesi Insinyur yang mengangkat tajuk “Urgensi Sertifikasi Profesi Insinyur di Era Persaingan Global”. Seminar yang dilaksanakan di Ruang Konferensi 4, Gedung Radius Prawiro lantai 10 ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu: Drs. Kresnayana Yahya, M.Sc., dari Enciety Bussines Consult; Prof. Ir. Benjamin Lumantarna, M.Eng., Ph.D., dosen di Program Studi Teknik Sipil U.K. Petra; dan Ir. Rudyanto Handojo, IPM., Direktur Eksekutif Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Seminar yang dihadiri sekitar 120 orang tersebut dimoderatori oleh Dr. Daniel Rohi, S.T., M.Eng.Sc. mengawali seminar dengan pertanyaan berikut: Mengapa Sarjana Teknik masih perlu mengambil sertifikasi lagi? Benjamin merespon dengan memaparkan bahwa seorang yang profesional memiliki pola pikir positif dimana ia akan selalu melakukan lebih dari yang diminta peraturan. Sejurus dengan Benjamin, Rudyanto menambahkan bahwa tuntutan sertifikasi tambahan bagi para sarjana teknik berawal dari dorongan yang disebabkan oleh kepentingan internasional. Ia mengangkat bahwa sejak Desember 2015, terkait dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN, terbuka akses bagi insinyur dari luar negeri untuk berkarya di Indonesia. Problematika yang muncul adalah insinyur dari negara tetangga dilihat sebagai professional engineer, yang diapresiasi berbeda dengan insinyur Indonesia. Menurut Rudyanto, sertifikasi profesi insinyur adalah langkah awal untuk mencapai kesetaraan dengan insinyur luar negeri. Kresnayana mengangkat bahwa urgensi untuk sertifikasi lebih lanjut ini berakar dari semakin spesifiknya kebutuhan di industri dan adanya keragaman tingkat keahlian dari pemegang ijasah yang sama. Hal ini menimbulkan tuntutan standardisasi keahlian profesi.

Berikutnya dberikan gambaran mengenai prospek dalam dunia profesi keinsinyuran. Rudyanto mengabarkan bahwa organisasi profesinya, PII, akan bisa menjembatani para profesional Indoensia dengan kesempatan bukan hanya di lingkup ASEAN saja, melainkan dalam lingkup internasional. Selain itu, di dalam negeri sendiri ada kebutuhan besar yang sudah ada di depan mata, dalam bentuk pembangunan infrastruktur negara dimana kita dalam 5 tahun ini (sejak 2014) membangun infrastruktur sebesar 5.500 triliun rupiah. Lebih dari dua kali lipat pembangunan infrastruktur di 5 tahun sebelumnya.

Dari paparan di seminar ini, sebagai closing statement, Daniel menyimpulkan bahwa ada urgensi untuk sertifikasi profesi insinyur yang muncul dari tuntutan internasional. Selain itu ada peluang besar yang bisa diraih para profesional yang sudah tersertifikasi baik di dalam negeri mau pun di luar negeri. Tanti Octavia, S.T., M.Eng., Kepala Program PPI UK Petra mengundang segenap insinyur untuk mengatasi tantangan ini dan juga meraih kesempatan yang ada. Ia mengucapkan, “It’s your time now to become a professional engineer. So come and join PPI Petra”. (noel/Aj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here