SHARE

Masa perkuliahan dan menjadi mahasiswa adalah masa yang sangat penting dan memberi kesempatan untuk membekali diri. Universitas Kristen Petra (UK Petra) melalui Petra Summer Program (PSP) memberikan kesempatan mahasiswa dalam kegiatan internasional yang menarik. Program yang diinisiasi oleh Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan (BAKP) UK Petra ini mengajak mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional bersama mahasiswa dari luar negeri dan juga mendapatkan kredit untuk mebantu memajukan studinya.

Pada tahun 2017 ini, PSP dilaksanakan pada tanggal 10 sampai dengan 28 Juli 2017. Sebanyak 83 mahasiswa mengikuti PSP 2017, diantaranya adalah 71 peserta lokal dan 12 peserta internasional. Di hari pertama, PSP dibuka dengan upacara pembukaan yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Kampus Tengah (Lapangan Hijau). Seusai pembukaan para peserta mengikuti Rally Games Petra Race dimana diharapkan dalam rangkaian permainan ini, para peserta akan lebih mengenal lingkungan UK Petra. Usai games, para peserta mengikuti sesi dengan tajuk “Indonesian 101” yang merupakan pengantar pengenalan Indonesia oleh Meilinda, S.S., M.A. selaku kepala BAKP. Sesi ini memberikan gambaran dan pengenalan bagaimana berinteraksi di dalam kebudayaan Indonesia.

Salah satu program yang diadakan dalam acara ini adalah Indonesian Culinary Arts (ICA) dimana program ini memperkenalkan seni kuliner Indonesia pada mahasiswa asing. Hal yang paling menarik dalam seni kuliner Indonesia adalah mempelajari begitu beragamnya bahan-bahan masakan Indonesia, khususnya bumbu-bumbu tradisional dan rempah-rempah Indonesia. Selain mengenali bahan-bahan khas Indonesia, para peserta program ini akan juga mempelajari teknik-teknik memasak khas Indonesia dibawah asuhan Hanjaya Siaputra, S.E., M.A dan Agung Harianto, S.E., M.M. yang adalah dosen pengajar di Program Manajemen Perhotelan di Fakultas Ekonomi UK Petra. Program ini diikuti oleh 3 mahasiswa asing dan 18 mahasiswa lokal. Para peserta diajak memasak berbagai masakan khas Indonesia seperti Sayur Asem, Soto, Onde-onde, Klepon, dan berbagai masakan lainnya. Hasil akhir dari program ini adalah sebuah buku resep yang berisi masakan-masakan yang dipelajari para peserta dalam program ICA. Lebih istimewa lagi untuk ICA Recipe Book 2017, buku ini rencananya akan didaftarkan International Standard Book Number sehingga akan bisa berdampak lebih lanjut dan lebih luas.

Program selanjutnya adalah Indonesian Tourism Campaign (ITC). Program hasil kolaborasi antara Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Manajemen Kepariwisataan ini mengajak para peserta untuk merancang kampanye dan media promosi untuk daerah tujuan wisata di Indonesia. Pada tahun 2017 ini, ITC diikuti oleh 3 orang peserta internasional dan 48 peserta lokal.

Peserta mendapatkan pembekalan tentang Sustainable Tourism, Costing, dan Deskripsi Objek Wisata dari Program Manajemen Kepariwisataan. Dari Program Studi Ilmu Komunikasi, para peserta mendapatkan pengayaan keahlian pengambilan suara, pengambilan video, teori penulisan buku, dan kampanye. Daniel Budiana, S.Sos., MA, koordinator program dari Ilmu Komunikasi berkata “Kita ingin mengeksplorasi destinasi-destinasi wisata di Indonesia yang sebetulnya sangat banyak tetapi belum dikenal secara luas. Para peserta akan diperkenalkan pada tempat wisata tersebut dan akan ikut ambil bagian dalam memperkenalkan kembali lokasi tersebut”. Destinasi wisata yang ditugaskan pada para peserta adalah Desa Wisata Panglipuran di Kabupaten Bangli, Bali.

Desa dengan predikat World’s Cleanest Village ini memiliki potensi wisata alam, budaya, dan pendidikan yang besar. Peserta ITC mendapatkan kesempatan menginap 3 hari 2 malam di desa ini untuk memproduksi kampanye mereka. Hasil kunjungan para peserta kemudian dirupakan dalam bentuk buku panduan wisata dan video yang kemudian dibagikan melalui media sosial dengan tagar: #psp #panglipuran #bakp, dan berbagai tagar yang relevan lainnya.

 

Program Indonesian Language and Culture (ILC) memperkenalkan peserta pada keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia. Program yang dibuat oleh Fakultas Sastra ini adalah program terbaru PSP. Di gelaran perdananya ini, ILC diikuti oleh 6 orang peserta internasional dan 5 orang peserta lokal. Bagi peserta lokal, program ini memberikan kesempatan untuk mempraktekkan mengajar Bahasa Indonesia pada orang asing sedangkan peserta internasional akan mempelajari teori bahasa Indonesia dan mempraktekkan berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Di aspek budaya, para peserta diikutkan dalam tur kota Surabaya. Tur yang bertujuan memberikan pengenalan budaya Indonesia ini mengunjungi: Rumah Batik Jawa Timur di daerah Bulak Banteng, menonton wayang potehi, Masjid Cheng Hoo dan Gedung Cak Durasim

Di akhir program para peserta menggelar pentas teater di Petra Little Theater (PLT)  dengan membawakan dongeng Indonesia Bawang Merah Bawang Putih; dan Malin Kundang. (noel/dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here