SHARE

Universitas Kristen Petra (UK Petra) terus menggerakkan internasionalisasi melalui berbagai kegiatan dan program guna menunjang mahasiswa agar mampu bersaing di dunia global. Dalam rangka menuju internasionalisasi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendukung dengan memberikan hibah kepada universitas terpilih di Indonesia. Upaya program internasionalisasi ini diinisiasi oleh Kantor Urusan Internasional (KUI).

 

Pada 14-16 Juli 2017, UK Petra menjadi tuan rumah dalam acara Forum Kantor Urusan Internasional (KUI). Forum KUI tahun ketiga ini, Kemenristekdikti meminta UK Petra untuk menjadi tuan rumah setelah Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2015 dan Universitas Hasanudin pada tahun 2016. Forum KUI 2017 ini diikuti oleh 125 universitas di Indonesia dengan 150 peserta.

 

Gelaran ini mengangkat tema ‘Higher Education Policy Towards Cross Border Education’. Forum Kantor Urusan Internasional Se-Indonesia diadakan untuk meningkatkan kualitas internasionalisasi perguruan tinggi di Indonesia. Forum ini juga didirikan untuk menjadi platform untuk berbagi pengalaman mengelola Kantor Urusan Internasional yang profesional dan mengajak lebih banyak perguruan tinggi untuk menjadikan agenda internasionalisasi sebagai salah satu prioritas.

 

“Ini menjadi suatu kepercayaan yang besar untuk UK Petra menjadi tuan rumah Forum KUI. Dan UK Petra menjadi universitas swasta pertama yang menjadi tuan rumah dalam gelaran Forum KUI. Semoga pertemuan ini dapat menjadi kesempatan kita semua untuk berjejaring dan berbagi praktek program internasional,” urai Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr. Eng selaku Rektor UK Petra.

 

Gelaran ini diawali oleh opening ceremony (14/7) di Auditorium UK Petra mulai pukul 13.30 WIB. Para peserta dihibur oleh penampilan paduan suara mahasiswa asing dari ITS dan tari Sparkling dari pegawai UK Petra. Lalu, para peserta diberikan gambaran dari Kemenristekdikti mengenai aturan yang berlaku sekaligus membahas mengenai evaluasi program internasionalisasi. Istimewanya,  para peserta forum KUI ini diajak menghadiri welcome dinner di rumah dinas walikota Surabaya dan bertemu dengan Walikota Surabaya, Tri Risma Harini.

Di hari kedua (15/7) Forum KUI ini digelar di Hotel Wyndham. Para peserta mengikuti workshop mengenai program internasionalisasi sekaligus pengalaman tentang program Erasmus+. Sebuah program Uni Eropa (UE) di bidang pendidikan, pelatihan, pemuda dan olahraga untuk periode 2014-2020.

 

Di hari terakhir (16/7), para peserta diajak ke tempat wisata kota Surabaya seperti Tugu Pahlawan, Museum Surabaya dan pasar genteng. “Forum KUI ini cukup penting bagi perguruan tinggi swasta khususnya untuk mengetahui bagaimana langkah pemerintah tentang aturan main dalam kaitannya dengan program internasional sehingga dapat diketahui bagaimana menyusun program internasional yang selaras dengan visi misi pemerintah Indonesia,” urai Meilinda S.S., M.A., selaku Kepala BAKP UK Petra (fsc/dit).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here